<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832</id><updated>2009-11-06T11:03:28.472-08:00</updated><title type='text'>Seberang Cinta dan Benci</title><subtitle type='html'>sedikit penguraian dari dinamika perilaku manusia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-5248053740747291595</id><published>2009-05-04T07:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T07:27:00.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Erotomania</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Erotomania atau biasa dikenal dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de Clerambault’s syndrome &lt;/span&gt;merupakan suatu bentuk gangguan kepribadian dimana para penderitanya memiliki keyakinan yang merupakan waham bahwasannya ada seseorang, biasanya yang memiliki status sosial lebih tinggi (selebritis, bintang rock, orang terkenal, wanita sosialita, bos, dll),  memendam perasaan cinta kepada si penderita, atau mungkin memiliki suatu bentuk hubungan intim. Gangguan kepribadian ini rata-rata penderitanya adalah kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali ditelaah oleh psikiater asal perancis yang bernama Gaetan Gatian Clerambault, yang menyusun sebuah makalah yang membahas tentang gangguan kepribadian macam ini pada tahun 1921. walau referensi awal yang sejenis dengan gangguan ini telah ada dalam tulisan Hipokrates, Erasistratus, Plutark, dan Galen. Dalam dunia psikiatri sendiri referensi sejenis ini telah ada pertama kali dalam tahun 1623 dalam sebuah risalah berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maladie d’amour ou melancolie erotique&lt;/span&gt; yang ditulis oleh Jacques Ferrand, dan juga disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“old maid’s psychosis”, “erotic mania”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“erotic self-referent delusions”&lt;/span&gt; sampai kemasa sekarang dimana disebut sebagai bentuk dari Erotomania atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;de Clerambault’s Syndrome&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti utama dari bentuk sindrom ini adalah si penderita memiliki suatu waham atau delusi keyakinan bahwa ada orang lain, yang biasanya memiliki status sosial yang lebih tinggi, secara sembunyi-sembunyi memendam perasaan cinta kepadanya. Para penderita selalu yakin bahwa subjek dari delusi mereka secara rahasia menyatakan cinta mereka dengan isyarat halus seperti bahasa tubuh, pengaturan perabot rumah, atau dengan cara lain yang kemungkinan tidaklah mungkin (jika yang menjadi sasaran adalah seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public figure&lt;/span&gt; maka akan diartikan secara salah oleh penderita, terhadap sesuatu yang tertulis dalam media massa tentang orang tersebut). Sering kali orang yang menjadi objek dalam delusi, hanya memiliki sedikit sekali hubungan atau bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan sang penderita. Walau demikian sang penderita tetap percaya bahwa sang objek-lah yang memulai semua hubungan khayal itu. Delusi Erotomania sering ditemukan dalam sebuah gejala awal dari sebuah gangguan delusional atau dalam konteks Skizofrenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang subjek yang berada dalam delusi tidaklah pernah ada dalam dunia nyata, nemun yang lebih sering terjadi, subjek adalah publik figur seperti penyanyi terkenal, aktor, aktris, politikus, selebritis dll. Erotomania juga disebut-sebut sebagai suatu penyebab perilaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalking&lt;/span&gt; yaitu suatu bentuk perilaku memperhatikan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang diperhatikan, lalu perlahan melakukan suatu upaya pendekatan yang bersifat mengganggu, biasanya dengan obsesi bahwa korban adalah orang yang perlu ditolong atau bahkan dimusnahkan. Selain itu Erotomania juga disebut sebagai penyebab dari bentuk suatu tindakan yang mengganggu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan pembunuhan terhadap Mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan oleh John Hinckley, Jr. dilaporkan telah diakibatkan oleh erotomania yang diderita Hinckley, yang merasa bahwa artis Jodie Foster akan membeberkan kepada publik bahwa ia cinta kepadanya setelah ia membunuh sang presiden. Hinckley sendiri terbebas dari jeratan hukum karena didiagnosa memiliki gangguan jiwa (skizofrenia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah daftar beberapa artis yang menjadi korban dari gangguan kepribadian ini:&lt;br /&gt;Linda Ronstadt&lt;br /&gt;David Letterman&lt;br /&gt;Madonna&lt;br /&gt;Barbara Mandrell&lt;br /&gt;Ronald Reagan&lt;br /&gt;Steven Spielberg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.helium.com/items/263966-defining-erotomania"&gt;http://www.helium.com/items/263966-defining-erotomania&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://psychology.wikia.com/wiki/Erotomania"&gt;http://psychology.wikia.com/wiki/Erotomania&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cetrione.blogspot.com/2008/06/erotomania.html"&gt;http://cetrione.blogspot.com/2008/06/erotomania.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-5248053740747291595?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/5248053740747291595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=5248053740747291595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/5248053740747291595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/5248053740747291595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/05/erotomania.html' title='Erotomania'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-5837983745780696934</id><published>2009-05-04T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:14:12.409-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Stalking : Bentuk Perhatian Dari Seseorang Yang Tidak Pernah Diharapkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda merasa ada orang lain yang mulai mengganggu hidup anda dengan memberikan ancaman melalui surat atau email dan juga berbagai macam gangguan lain seperti telepon tanpa suara atau terdengar suara mengancam, mulai dari yang bersifat hanya sebatas ucapan sampai kepada tindakan nyata. Atau anda sering mendapatkan perhatian dari orang yang belum anda kenal sebelumnya berupa hadiah, kiriman bunga, surat cinta. dimana anda merasa bahwa mereka selalu saja menemukan diri anda dimanapun, bahkan anda tidak bisa bersembunyi sama sekali, mereka ada dan nyata, mengikuti dan membuntuti anda. Anda sadar kalau semua ini bukanlah sebuah bentuk paranoid belaka, melainkan memang benar adanya, dan menghantui hidup anda. Mereka memaksa anda untuk merasa terancam, tidak tenang dan berada dibawah tekanan. Jika anda pernah mengalami gangguan demikian kemungkinan besar yang terjadi pada diri anda adalah, anda telah menjadi korban dari perilaku stalking, Yaitu suatu bentuk kelainan yang dimiliki seseorang yang terobsesi dengan diri anda. Mereka merasa diri anda memang pantas diperlakukan demikian dengan dasar keyakinan waham yang mereka yakini didalam kepala mereka yang selalu berisikan pemujaan terhadap diri anda dan juga ide-ide “kegilaan” yang berkenaan pada diri anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Stalking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stalking adalah kata yang digunakan dalam menunjuk pada suatu perhatian yang tidak diharapkan dari seseorang atau mungkin sekelompok orang terhadap orang lain. Dalam dunia psikologi sendiri kata stalking digunakan untuk mendefinisikan suatu bentuk perilaku yang cenderung bersifat gangguan, hal ini juga digunakan pada bidang hukum dimana stalking didefinisikan sebagai salah satu bentuk tindakan kriminal. Pada awalnya Stalking digunakan dalam mengartikan tindakan mengganggu yang didapati oleh para orang terkenal, seperti selebritis, dari seseorang yang tidak ia kenal dimana orang tersebut yang mana para pelakunya telah memiliki suatu bentuk obsesi tersendiri kepada para korbannya. Hal ini pertama kali digunakan dalam sebuah tabloid di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang psikologi dan psikiatri sendiri stalking diartikan oleh Meloy (1998) dan juga Stieger, Burger dan Schild (2008), yang mana oleh mereka suatu perilaku dapat dikategorikan sebagai stalking jika korban melaporkan sekurang-kurangnya 2 bentuk perilaku yang bersifat mengganggu dimana waktu kejadiannya terjadi kurang dari 2 minggu dan selalu memberikan rasa takut kepada korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranah Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stalking telah diterapkan kedalam banyak bentuk dari perilaku, yang juga didasari oleh berbagai macam motif. Obsesi adalah dasar dari perilaku  stalking, dimana sang pelaku akan melakukan observasi dan juga melakukan kontak dengan korbannya semua ini bertujuan untuk memenuhi keinginannya untuk memiliki kedekatan dengan korban. Tidak jarang juga bahwa para stalker mengikuti korban sampai ketempat mereka beraktifitas dan sampai ketempat mereka tinggal, juga mereka tertarik terhadap informasi-informasi yang bersifat personal dari korbannya seperti nomor telepon, alamat email, ukuran pakaian, nama lengkap dan lain-lain yang cenderung bersifat privasi. dimana mereka juga berusaha mencari informasi tentang jati diri korban melalui berbagai macam hal seperti internet, arsip personal, atau media lain yang mengandung informasi tentang diri korban, bahkan ada yang sampai mendekati orang-orang terdekat dari korban untuk memperoleh hal tersebut yang jelas dilakukan tanpa ijin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik diri seorang stalker cenderung memiliki kepercayaan yang salah didalam dirinya, terkadang kepercayaan salah itu berbentuk bahwa orang yang menjadi targetnya memiliki rasa cinta kepada sang stalker. Dasar ini muncul dari kecenderungan Erotomania (suatu bentuk gangguan kepribadian dimana penderitanya yakin bahwa seseorang yang lebih tinggi status sosialnya mencintai dirinya, dan hal ini biasa ditemukan pada pria) yang dimiliki pada seorang stalker. Selain itu perilakunya juga didasari oleh keinginan sang stalker untuk menolong korbannya dari sesuatu, padahal jelas bahwa orang tersebut tidaklah memerlukan pertolongan. Sehingga stalking juga dapat dikemas dalam suatu tindakan yang bersifat legal seperti menelepon, mengirimkan hadiah atau mengirimkan surat dan email. Namun semua itu datang dari orang yang tidak diharapkan dan malahan menimbulkan gangguan dan ketidak-nyamanan, karena sang korban tidak mengerti apa maksud dan tujuan dari para stalker yang berperilaku berlebihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku merugikan sang korban seperti fitnah dan mencemarkan nama baik korban seringkali ditemui dalam suatu kasus, hal ini merupakan suatu cara bagi stalker untuk dapat berperilaku kejam yang merupakan hasrat mereka kepada para korbannya, dilakukan tanpa empati, seperti merasakan apa kira-kira yang dirasakan orang lain dari apa yang telah ia lakukan terhadapnya, tidak ada rasa empati pada diri seorang stalker, mereka cacat dalam hal tersebut, membuat mereka menjadi lebih sadis, seperti dikatakan oleh Dr. Meloy (1998), bahwa setiap stalker adalah psikopat, yaitu pribadi yang tidak memiliki hati nurani dan memiliki tingkat narsisis yang terlampau tinggi. Selain itu perilaku sadis yang mereka tunjukkan mendapat dorongan dari dalam pikiran mereka yang telah mengalami berbagai macam waham, dan biasanya daripadanya mereka mendapat kesimpulan bahwa diri korban memang pantas diperlakukan dengan cara yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stalker memandang para korbannya buruk dan lemah sehingga dari kepercayaan sesat itu mereka merasa pantas untuk memperlakukan para korbannya dengan buruk atau bahkan berperilaku seperti ingin menolong mereka. Hal ini semakin mendorong waham didalam pikiran mereka untuk dapat memperlakukan sang korban dengan layaknya apa yang mereka delusikan seperti untuk disakiti atau untuk ditolong. Jika mereka menebar fitnah dan juga menyebarkan kejelekan karakter dari sang korban, hal tersebut akan dapat mengisolasi kehidupan sang korban yang pada akhirnya akan menimbulkan perasaan akan kekuasaan bagi stalker dan kendali lebih atas diri korban. Adapun kiranya para stalker melakukan diagnosa terhadap sang korban terhadap dengan kesimpulan bahwa sang korban memiliki suatu gangguan mental tertentu yang menyebabkan dirinya perlu ditolong atau mungkin perlu disakiti, kepercayaan ini sangat absolut didalam diri stalker yang mengakibatkan korban merasa sangat tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku manipulatif adalah senjata bagi stalker, tindakan yang bersifat legal namun penuh dengan gangguan adalah salah satu cara dari sikap manipulatif yang mereka miliki. Akan lebih berbahaya jika korban sampai termakan oleh perilaku manipulatif mereka karena seorang stalker menginginkan suatu hal yang cenderung tidak rasional bagi korbannya. Bahkan demi mendapat perhatian dari korbannya tidak jarang ada bentuk perilaku stalker yang sampai mengancam akan melakukan bunuh diri jika tuntutannya tidak dipenuhi. Semua ditujukan agar sang korban mau membuka hubungan dengan dirinya. Bentuk-bentuk ancaman dan kekerasan seperti perusakan barang-barang korban sering kali ditemui dalam kasus-kasus perilaku stalking. setelah menakut-nakuti korban, bentuk kejahatan biasanya berlanjut kepada perilaku kekerasan seksual dan juga penyerangan secara fisik yang dari keduanya dapat menimbulkan bekas yang serius pada jiwa dan raga korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Gender Yang Berhubungan Dengan Stalking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporakan bahwa matoritas pelaku stalking adalah kaum pria, dan sedikit ditemukan pada kaum wanita. Berdasarkan hasil catatan dan juga diagnosa psikiatris dari pria dan wanita yang melakukan stalking tidaklah jauh berbeda, namun pada kaum pria telah tercatat sebelumnya memiliki sejarah terlibat kasus kejahatan yang telah menjurus pada kriminalitas. Selain itu kecenderungan durasi waktu yang dihabiskan untuk menguntit pada korbannya juga tidak jauh berbeda antara yang pria dan yang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada stalker wanita biasanya mereka mencari korban dari orang yang telah mereka kenal sebelumnya, seperti yang memiliki hubungan profesional, dan mereka jarang mencari target korban dari orang asing. Kecenderungan pada wanita juga ditemui bahwa mereka dapat men-stalk wanita lainnya, berbeda dengan stalker pria yang secara umum hanya mencari korban dari lawan jenisnya saja. Di dalam “study of women who stalk” Purcell, Pathe dan Mullen, menyimpulkan terdapat 2 variabel psikiatris utama yang membedakan perilaku ini pada pria dan wanita, yaitu dalam motif yang mendasari dan dalam hal pemilihan korban. Pada wanita motif yang didapati adalah untuk mendapatkan keintiman dengan para korbannya, yang biasanya adalah orang yang telah ia kenal sebelumnya, korban biasanya adalah yang bekerja pada bidang pelayanan sosial seperti dokter, perawat, terapis, dan konselor, namun tetap tidak menutup kemungkinan pada pria didalam bidang yang lain. selain itu pada wanita jarang ditemukan bentuk-bentuk ancaman dan juga kekerasan yang dilakukan terhadap korbannya, berbeda pada pria yang dalam aksinya seringkali ditemukan tindakan mengancam dan juga kekerasan terhadap korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stalking"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Stalking&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.trutv.com/library/crime/criminal_mind/psychology/stalkers/5.html"&gt;http://www.trutv.com/library/crime/criminal_mind/psychology/stalkers/5.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-5837983745780696934?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/5837983745780696934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=5837983745780696934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/5837983745780696934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/5837983745780696934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/05/stalking-bentuk-perhatian-dari.html' title='Stalking : Bentuk Perhatian Dari Seseorang Yang Tidak Pernah Diharapkan'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7517808135349207904</id><published>2009-05-03T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T01:50:59.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Tipe-Tipe Stalker (Penguntit)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; atau dalam  bahasa Indonesia adalah Penguntit merupakan perilaku yang sangat meresahkan bagi para korbannya, bayangkan diri anda diikuti oleh seseorang tanpa sepengetahuan anda pastilah keadaan ini sangatlah mengganggu bagi anda sekalian. Menurut Dr. J. Reid Moley yang merupakan seorang penulis dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Violent Attachments&lt;/span&gt; dan yang juga merupakan editor dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Psychology of  Stalking&lt;/span&gt; mengatakan bahwa bentuk cinta patologis biasa muncul pada kaum pria, biasanya dimulai pada dekade keempat usia mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;Yang mana gejalanya selalu diikuti oleh gejala sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. setelah pertemuan pertama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; akan mengembangkan perasaan seperti kegila-gilaan dan menempatkan objek cinta mereka pada bentuk pemujaan.&lt;br /&gt;2. Sang penguntit (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt;) kemudian akan memulai pendekatan kepada objek namun ketika hubungan itu terjadi stalker akan membuat perilaku mereka merujuk pada penolakan terhadap sang objek.&lt;br /&gt;3. penolakan yang ia lakukan kemudian akan menimbulkan delusi dan kemudian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; tersebut akan memproyeksikan persaannya kepada sang objek dalam bentuk keyakinan bahwa “dia mencintai saya juga”.&lt;br /&gt;4. penguntit tersebut akan selalu mengembangkan sebuah bentuk kemarahan untuk menyembunyikan rasa malunya yang merupakan bahan bakar dari pengejaran terhadap objeknya. Sekarang ia ingin mengontrol kepada bentuk gangguan atau bahkan kekerasan.&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; memiliki keharusan dalam menyalurkan fantasi narsistisnya.&lt;br /&gt;6. kekerasan adalah hal yang paling sering dilakukan ketika objek cinta dituduh bersalah sebagai bentuk dari imajinasi akan pengkhianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meloy mengatakan bahwa setiap stalker adalah seorang psikopat yang dengan kata lain mereka memiliki taraf empati pada tingkat yang rendah atau telah kehilangan akan empati itu sama sekali. Hubungan yang mereka jalani cenderung menjadi sadistis dikarenakan berdasarkan akan keinginan untuk berkuasa atas yang lainnya. Dikatakan juga bahwa hal ini berhubungan dengan kedekatan awal masa kehidupan yang mereka alami, dimana mereka tidak mendapatkan kasih sayang yang baik dari oragn-orang terdekatnya (keluarga). Meloy juga mengatakan bahwa seorang psikopat secara biologis memiliki predisposisi untuk melakukan aktivitas antisosial karena mereka miliki sistem saraf otonomik yang hiper-reaktif. Kejahatan atau eksploitasi terhadap orang lain bersifat sangat menarik untuk mereka. Yang dengan demikian maka berarti mereka termotivasi untuk melakukan sesuatu yang menegangkan sistem saraf mereka dan mereka tidak memiliki perasaan saat menyakiti orang lain seperti halnya orang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Departemen Hukum di Amerika, selama setahun saja mereka telah menerima laporan bahwa 1,5 juta orang disana telah di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt; dan lebih dari 2/3nya adalah perempuan. Juga fakta bahwa 90% wanita dibunuh oleh suami atau pasangan mereka dengan sebelumnya telah di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt;. Perbandingannya adalah 1 diantara 12 wanita dan 1 diantara 45 pria merupakan korban &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt; di Amerika. Diramalkan kira-kira 10 juta orang akan menjadi korban stalker dimasa depan. Sedangkan diantara para selebritis dan orang-orang kelas atas sendiri, satu perusahaan keamanan telah mengumpulkan lebih dari 300.000 komunikasi yang berhubungan dengan kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; hanya melakukan kejahatan dalam bentuk ancaman, hanya sedikit persentase yang membuktikan mereka melakukan ancaman mereka, menghancurkan properti dan menyakiti hewan peliharaan. Dengan meningkatnya popularitas Internet, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyberstalking&lt;/span&gt; telah menjadi suatu bentuk baru dari lahan yang berbahaya. Banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker &lt;/span&gt;yang sebelumnya telah memiliki catatan kriminal dan juga menunjukkan adanya tindak kekerasan yang pernah dilakukan, gangguan mood, gangguan kepribadian atau juga psikosis. Setidaknya setengah dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; melakukan bentuk ancaman kepada korban mereka, dimana peningkatan kemungkinan untuk tindakan kekerasan semakin terjadi. Frekuensi dari tindaka kekerasan berkisar 25% sampai 35%, dengan kebanyakan tindak kekerasan terjadi diantara orang-orang yang sebelumnya memiliki hubungan yang romantis dimasa yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan buruk ini terjadi karena Stress emosional yang hebat kepada target yang akan menjadi korban. Beberapa orang telah kehilangan pekerjaan mereka atau secara terpaksa mengganti identitas diri mereka dan berpindah. Kemungkinan mereka mendapatkan suatu bentuk kecemasan yang ekstrim, gangguan tidur dan juga depresi. Beberapa bahkan melakukan bunuh diri. Jika mereka memiliki anggota keluarga atau anak yang berada dibawah ancaman, mereka akan merasa bersalah dan  memiliki rasa takut yang berlebihan kepada orang lain. walaupun kecelakaan ini dilaporkan, namun penahanan secara hukum hanya dapat dilakukan dalam lingkup kecil, terhadap gangguan yang bersifat verbal. Pada kenyataannya beberapa hukum telah digunakan sebagai suatu resiko dasar dari bahaya atau suatu bentuk pola kejadian sebelum perlindungan secara formal ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah untuk memprediksi siapa yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt;. Mungkin saja ia adalah bekas pacar atau mungkin juga seseorang biasa yang telah menentukan targetnya dalam sebuah pertemuan dengan calon korban. Juga mungkin tetangga yang memiliki sikap permusuhan, atau seorang penjaga toko video dan mungkin juga hanya seseorang yang hanya pernah melihat korbannya di jalanan. Bahkan seseorang yang tidak memiliki obsesi terhadap tindakan pelecehan sebelumnya dapat menjadi pelaku dalam jenis kejahatan ini. Menurut Janet S. Rulo-Pierson, seorang konselor rumah sakit, hal ini dikarenakan mereka merubah secara perlahan dunia kenyataan ke dunia imajinasi yang ternyata lebih memberikan kenyamanan dan juga kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sifat-sifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; telah dikembangkan dan menurut Dr. Michael Zona dan koleganya dari University Of Southern California School Of Medicine, Stalker muncul dalam 3 varietas dengan corak jahat dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalking&lt;/span&gt; yang terbagi dalam 4 kategori penting, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Obsesi Sederhana&lt;br /&gt;Hal ini kebanyakan terjadi pada seorang pria dengan seorang wanita, dimana keduanya pernah berada pada keadaan keintiman seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta Obsesional&lt;br /&gt;Cinta-obsesional yang dimiliki seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker&lt;/span&gt; cenderung kepada pemikiran tentang seseorang selebritis atau seseorang yang telah ia lihat dari kejauhan dan kemudian dia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt;) mengembangkan kepercayaan yang tidak realistis didalam kepalanya bahwa sang target memiliki persetujuan untuk menjalin hubungan dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Erotomania&lt;br /&gt;Seseorang yang mengalami keadaan ini memiliki tingkat obsesi yang lebih ekstrim dikarenakan mereka percaya dengan yakin bahwa korban mereka memiliki perasaan cinta kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pencari Korban Secara Acak&lt;br /&gt;Menuntut gangguan dan perilaku stalking ketika tidak ada, perilaku ini biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode lain yang digunakan untuk kategorisasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker&lt;/span&gt; datang dari panduan klasifikasi tindak kejahatan milik F.B.I, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Non-domestic stalker&lt;/span&gt;, yaitu mereka yang melakukannya dengan tidak memiliki hubungan personal dengan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terorganisir, mereka yang melakukannya atas dasar kalkulasi dan tindak agresi yang terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Delusional, mereka yang melakukannya atas dasar keyakinan sesat seperti erotomania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Domestic stalker&lt;/span&gt;, mereka yang pernah memiliki hubungan dengan korban dan merasa termotivasi untuk melanjutkan hubungan, hal ini merupakan dasar dari 60% perilaku stalking dan bentuk agresi ini akan berlanjut pada bentuk kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stalker &lt;/span&gt;cenderung menjadi tidak terkendali atau dibawah kendali, tetapi selalu lebih cerdik dari pada bentuk kriminal yang lain. mereka sering kali memiliki pengalaman gagal dalam sebuah hubungan. Mereka juga cenderung untuk menyakiti korban mereka dan juga secara seksual. Mereka juga selalu mengidealisasikan orang lain, dan cenderung meminimalisasi apa yang mereka kerjakan untuk terlihat. Proyek yang bermotif kepada orang-orang biasanya tidak memiliki dasar yang benar, dan merasionalisasi bahwa target memang pantas untuk menerima gangguan dan juga kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stalker &lt;/span&gt;melihat aksi mereka dengan kerangka kerja yang berdasarkan pada waham dan mereka juga tidak membutuhkan bantuan. Bahkan sebagian melakukannya dengan cara yang profesional. Satu pelaku kasus yang ada dalam suatu kejadian sebenarnya dapat diperbaiki dengan menyerahkannya kepada terapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.trutv.com/library/crime/criminal_mind/psychology/stalkers/5.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7517808135349207904?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/7517808135349207904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=7517808135349207904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/7517808135349207904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/7517808135349207904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/05/stalker-penguntit-teroris-psikologis.html' title='Tipe-Tipe Stalker (Penguntit)'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-6814470020786139242</id><published>2009-04-17T05:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T05:31:40.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='empiris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><title type='text'>Psikologi Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sepanjang sejarah dunia psikologi di Indonesia, ternyata terlihat bahwa bangsa ini banyak sekali mengadopsi teori-teori psikologi yang berasal dari luar negeri. sedangkan teori yang datang dari luar itu didapat dari kebudayaan dan bangsa yang berbeda sama sekali dengan Indonesia. kembali keawal dimana psikologi dengan segala usaha mencari suatu teori yang bersifat universal, dengan artian bahwa psikologi mencari dimana letak persamaan dari semua manusia tanpa memandang suku, ras dan segala macamnya. waktu telah membuktikan bahwa memang semakin dekat saja dunia psikologi dengan semua itu. proses mengadopsi teori asing di Indonesia jelas telah mengalami penyesuaian, tetapi sebaik-baiknnya penyesuaian yang telah dilakukan adalah tetap tidak sesuai dengan pondasi awalnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kalau dilihat Indonesia sendiri bukanlah satu bangsa yang bersifat sama, bahkan Indonesia sendiri dibangun atas dasar perbedaan yang disatukan. bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dikarenakan banyaknya kebudayaan dan suku bangsa yang tergabung didalamnya. psikologi sendiri lahir pertama kali dari dunia barat dan menjadi suatu cabang ilmu pengetahuan yang tergolong muda jika dibandingkan dengan cabang ilmu-ilmu yang lain. dengan bertujuan mampu mempelajari apa yang merupakan bagian mental manusia yang mendasari setiap perilaku yang ditimbulkan oleh manusia. berbagai macam teori bermunculan sejak abad ke-19, semua kebanyakan berasal dari dunia barat, yang dimana dasar dalam menentukan valid atau tidaknya teori tersebut berdasar pada masyarakat barat sendiri yang memiliki pengalaman, budaya, bawaan dan juga lingkungan yang jauh berbeda dengan manusia-manusia di Indonesia. aplikasi teori psikologi pada dasarnya dapat menjadi berbagai macam hal seperti membuat alat tes psikologi, penentuan segala macam kebijakan yang berhubungan dengan masyarakat luas dan juga perkiraan-perkiraan terhadap segala kemungkinan yang mungkin muncul pada perilaku masyarakat. jika sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan diri masyarakat sendiri lalu dijadikan suatu bentuk tindakan maka yang terjadi adalah suatu kekacauan diakibatkan tidak cocoknya antara perkiraan yang disangkakan berserta tindakan yang dimunculkan dengan keadaan dilapangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa psikolog dalam negeri memang telah melakukan beberapa macam penelitian sejak lama, namun memang tidak sebanyak yang dilakukan oleh dunia barat dikarenakan keadaan bangsa Indonesia sendiri yang masih merupakan negara berkembang, yaitu negara yang masih mencari bentuknya, dimana kemerdekaan bangsa ini bahkan belum berusia 1 abad. memang kenyataannya terlalu muluk-muluk jika kita menuntut perkembangan dunia psikologi di Indonesia agar setara dengan perkembangan dunia psikologi di Barat dan juga negara-negara maju lainnya, hal ini jelaslah tidak mungkin melihat pengalaman dan juga jumlah tenaga ahli yang berada di negara tercinta ini, selain itu juga fokus pemerintah yang masih pada terletak pada pembangunan kekuatan dasar negara mengakibatkan kurangnya penelitian yang dilakukan dalam berbagai macam hal bidang ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas yang diharapkan mampu menjadi lembaga Independen yang akan memberikan penerapan ilmu pengetahuan yang dikajinya kepada masyarakat, terlepas dari Universitas negeri dan swasta, rasanya tidak terlalu banyak memberikan sumbangan kepada masyarakat dari ilmu pengetahuan yang dikaji di dalamnya. dalam dunia psikologi sendiri juga tercermin masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan psikologis dan pengetahuan tentang psikologi, yang seharusnya diperkenalkan oleh setiap orang yang tergabung sebagai anggota dalam suatu fakultas psikologi, baik itu mahasiswa dan dosen dengan segenap jajarannya. dengan demikian maka Universitas tidak melaksanakan fungsinya sebagai badan yang bergerak dalam hal ilmu pengetahuan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat Indonesia sendiri terbagi atas berbagaimacam kelas, bahkan didalam negeri ini masih ada yang hidup dengan cara yang paling tradisionil hingga yang sudah ultra modern. sungguh sangat mejemuk keadaan disini, ketidak rataan pembangunan telah menjadi masalah yang klasik dialami oleh bangsa ini. bukan hanya pada bidang ekonomi dan sosial melainkan juga pada hal ilmu pengetahuan. tidak semua orang memiliki akses terhadap sumber ilmu tersebut, ditambah dengan beberapa bentuk kebudayaan yang menghambat terjadinya revolusi pengetahuan pada diri masyarakatnya menjadi suatu bentuk masalah tersendiri bagi arus perkembangan bangsa yang diharapkan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyisipan ilmu psikologi seharusnya dapat dilakukan dengan baik pada jaman arus informasi tanpa henti seperti sekarang ini dimana media penyebaran informasi sudah sangat banyak dan beragam. pemanfaatan media komunikasi adalah bentuk yang baik dalam menyalurkan pengetahuan dan pengajaran bagi masyarakat, walau dalam melakukannya terjadi persaingan dengan berbagai topik informasi yang lainnya. edukasi bagi masyarakat adalah tanggung jawab bersama dengan maksud memberikan pengetahuan yang berguna untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hal ini psikologi hanyalah salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang seharusnya hadir diantara masyarakat, dikarenakan kehadirannya mampu memberikan suatu perubahan yang berarti bagi cara hidup masyarakat luas. dengan keadaan sekarang dimana bangsa ini berada pada masalah multi dimensi, maka kesadaran masyarakat pada solusi permasalahan haruslah diterima dengan baik dan dipahami dengan betul, sebagai suatu cara untuk mengakhiri krisis tersebut. yang diharapkan adalah peran serta media dan masyarakat sendiri untuk melakukan suatu gerakan baru yang berdasar pada altruisme dan bukan egoisme semata. dimana semua orang menginginkan kebaikan bagi orang lain dan bukan hanya tertuju kepada kebaikan diri sendiri, sehingga dengan demikian maka dengan pengorbanan yang berlangsung akan terwujud suatu bentuk masyarakat yang selalu dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-6814470020786139242?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/6814470020786139242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=6814470020786139242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/6814470020786139242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/6814470020786139242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/04/psikologi-di-indonesia.html' title='Psikologi Di Indonesia'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-476186461381184627</id><published>2009-02-26T20:36:00.001-08:00</published><updated>2009-11-05T07:01:56.051-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><title type='text'>Manusia Indonesia ala Mochtar Lubis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku Manusia Indonesia adalah sebuah buku yang diangkat dari ceramah Mochtar Lubis di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tanggal 6 April 1977. didalamnya menceritakan sifat-sifat yang melekat pada manusia Indonesia, dikatakan dalam 6 buah sifat yaitu pertama, munafik atau hipokrit. Kedua, enggan bertanggung jawab atas perbuatannya. Ketiga, sikap dan perilaku yang feodal. Keempat, masih percaya pada takhayul. Kelima, artistik. Keenam, lemah dalam watak dan karakter. Di Indonesia nama Mochtar Lubis telah dikenal sebagai seorang  pengarang dan jurnalis. Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit. Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Serta beliau sering kali mendapat penghargaan atas karya-karya tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segala tuduhan yang dijadikan oleh Mochtar Lubis pada dasarnya hanyalah merupakan sebuah stereotip tentang keadaan manusia Indonesia yang tergeneralisasi. Namun stereotip itu sendiri tidaklah seluruhnya benar dan juga tidak seluruhnya salah. Stereotip terbentuk dari adanya pengalaman dan juga pengamatan sehingga melekat pada manusia Indonesia, walau dalam sisi tidak benarnya, stereotip diperkuat oleh prasangka dan juga generalisasi. Buku ini sudah ada sejak tahun 1977, namun kenapa ketika penulis membaca dan mengamati ternyata isinya sungguh cukup relevan dengan keadaan lingkungan masyarakat Indonesia saat ini. Padahal Muchtar Lubis sendiri juga mengatakan dalam tanggapan atas tanggapan dalam buku ini tentang subjektifitas dalam pemikirannya, setelah menerima kritik dan masukkan dari tokoh psikologi Indonesia, Sarlito Wirawan, tentang tidak bisanya menggeneralisasi penduduk Indonesia yang pada dasarnya bersifat majemuk dari berbagai aspek. Ditambahkan lagi oleh Sarlito Wirawan bahwa profil kepribadian tentang manusia Indonesia yang diungkapkan oleh Mochtar Lubis hanya didasari pengamatan-pengamatannya sendiri tanpa didasari oleh data-data objektif yang demikian segala tuduhan itu tidak memberi gambaran persis berapa persen sebenarnya dari manusia Indonesia yang dimaksud oleh Mochtar Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri manusia Indonesia yang pertama menurut Mochtar Lubis adalah munafik atau hipokrisi. Dalam ciri yang pertama ini dijelaskan bahwa kemunafikan merupakan sifat manusia Indonesia sebagai contoh, negara kita dipimpin oleh manusia-manusia beragama yang memakai simbol-simbol agama entah itu pada nama (seperti gelar) atau aksesoris pakaian, namun coba diperhatikan bahwa masih ditemukan tempat-tempat prostitusi baik itu didalam kota maupun diluar kota, dan yang parahnya lagi mereka tumbuh subur bagai jamur. Pidato-pidato tentang kebajikan dan kebijaksanaan ada dimana-mana, diucapkan dan didengarkan, namun korupsi masih saja merajalela. Manusia Indonesia juga terkenal bersikap alim hanya dilingkungannya sendiri, jika sudah datang keluar negeri maka mereka akan segera mencari kepuasan seperti pergi ke-nightclub dan prostitusi. Manusia-manusia memakai topeng dengan tujuan mencari selamat sendiri, memakai prinsip terhadap atasan dengan sikap ABS (asal bapak senang), penggunaan kata bapak yang menurut Mochtar Lubis bukanlah kata panggilan yang cocok kepada atasan dikarenakan yang memanggil bapak pastilah anak dan anak berada dibawah kuasa bapak yang berkuasa penuh.  Yang demikian tadi adalah yang ada pada jaman Mochtar Lubis yaitu 1977 kebelakang, dan kini mari coba kita bandingkan dengan keadaan bangsa Indonesia kini. Rasa-rasanya pada sebagian titik tidaklah berubah seperti korupsi sepertinya baru beberapa tahun terakhir ini saja gencar dilakukan berarti kira-kira sudah lama juga bangsa ini terbelit masalah korupsi pada para pengurus negaranya. Mungkin yang kini berbeda adalah keberadaan klab malam di Indonesia sudah berstandar Internasional sehingga para pengunjung sudah tidak perlu lagi lari keluar negeri untuk menikmati semua fasilitas hedonis itu. Kemunafikan pada manusia Indonesia ternyata pada masa sekarang sudah merambak pada berbagai macam aspek, banyak sekali kalau kita perhatikan mulut-mulut manis yang mengumbar janji, mengatakan yang kebalikan dari apa yang akan dilaksanakan, topeng-topeng kepalsuan, bagai penebar kebaikan pada tampak luar yang berhati busuk dan berwatak yang buruk didalamnya. Sama seperti milik Mochtar Lubis semua ini hanyalah stereotip, benarkah atau tidak benarkah semua hanyalah tuduhan tapi beralasan. Yang jelas dalam masyarakat kita sekarang masih ada juga mereka-mereka yang tidak bersifat munafik, mereka yang tidak hipokrisi dan masih ada mereka yang baik secara luar dan dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada ciri yang kedua adalah enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, kata “bukan saya” merupakan suatu kata penyelamat dalam menghadapi sesuatu yang tidak baik atau berakibat buruk. Lepas dari tanggung jawab dengan mengatakan “saya hanya melaksanakan tugas dari atasan” merupakan pembelaan paling ampuh dari suatu kesalahan yang dilakukan. dalam Manusia Indonesia, Mochtar Lubis menyebutkan korupsi yang ada di Pertamina sebagai contoh nyata, dimana pada saat itu ratusan juta dollar uang negara dikorupsi, belum lagi pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan oleh jajaran Pertamina mulai dari Presiden Direktur hingga ke lapisan bawah, namun tidak seorangpun yang dituntut. Kalau dilihat berarti kebobrokan dalam tubuh Pertamina sudah berlangsung sekian lama, sampai beberapa waktu lalu semua terbongkar, walau belum tuntas. 30 tahun lebih berarti memang Pertamina menjalankan semua praktek kotornya. Selain itu manusia Indonesia jika menerima sesuatu yang bersifat mengangangkat derajatnya seperti penghargaan dan pujian maka akan langsung diterima, walau mungkin salah sasaran dalam pemberiannya. Manusia Indonesia menurut yang digambarkan oleh Mochtar Lubis tidak akan sungkan-sungkan untuk tampil kedepan menerima bintang, tepuk tangan, surat pujian, piagam penghargaan, dan sebagainya. Dari ciri yang kedua ini memang sudah sangat menyedihkan apa yang terjadi pada masa tahun 1977 kebelakang tersebut. namun jika penulis samakan dengan masa tahun 2009, sepertinya kenyataan ini masih tidak berubah. Lihat saja para pelaku korupsi yang saling salah-menyalahkan, tidak mau mengaku dan melemparkan tanggung jawab kepada pihak-pihak lain, sampai akhirnya diketahui bahwa korupsi yang terjadi berjalan secara “Berjamaah”, begitulah kiranya ditulis dalam beberapa koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang ketiga adalah jiwa Feodal yang masih tertanam subur dalam diri Manusia Indonesia. Dikatakan dalamnya bahwa nilai-nilai Feodalisme merupakan warisan dari negara-negara kerajaan yang ada pada jaman dahulu di nusantara, lalu diambil alih oleh para penjajah, terjadi revolusi kemerdekaan yang sebenarnya bertujuan untuk menghilangkan feodalisme yang ada pada diri manusia Indonesia. Sikap-sikap feodal ini bersifat destruktif dikarenakan seorang bawahan akan menganggap mereka yang lebih tinggi dari mereka adalah benar dalam setiap tindakannya, ketidak bolehan dalam menyangkal walau itu salah sekalipun merupakan salah satu keburukan dari feodalisme, selain itu juga menghancurkan harkat dan martabat manusia sebagai manusia yang sama derajatnya dengan manusia lain. seperti yang ada dalam jaman sekarang dimana seorang bawahan dikatakan tidak sopan jika menegur atasan karena alasan yang benar, merupakan suatu bentuk dari feodalisme, tidak didengarnya suara mereka yang ada dibawah sebagai suara manusia juga merupakan bentuk nyata dari feodalisme yang terjadi pada manusia Indonesia. Hanya saja kerajaan yang dimaksud sudah bukan raja lagi sebagai pemimpin namun raja-raja tersebut sudah diganti namanya menjadi presiden, menteri, jenderal, presiden direktur dan lainnya. Nyata sekali bahwa feodalisme menghambat proses perkembangan manusia dikarenakan tidak sampainnya kritik terhadap pemimpin dikarenakan 2 hal yaitu bawahan yang segan dalam melakukannya dan pemimpin yang tidak mau mendengar suara dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri keempat adalah Manusia Indonesia masih percaya takhayul, sepertinya sudah berlangsung lama semua ini, tak perlu dipertanyakan lagi tentang apa yang terjadi pada masa 1977 kebelakang tersebut. coba saja lihat keadaan sekarang, siaran tv menampilkan segala macam sihir, kuntilanak, jailangkung, pocong, genderuwo, dan aksi dukun-men-dukun. Belum lagi ditambah film-film bioskop yang menampilkan segala macam judul berbau setan dan makhluk halus, dan film-film layar lebar tersebut dibuat atas dasar adanya permintaan pasar terhadap jenis film misteri horor. Yang terbaru dari takhayul ini adalah kisah dukun-dukun cilik yang dapat menyembuhkan sembarang penyakit, mereka kedapatan pasien sampai puluhan ribu orang dalam sehari. Sungguh mengejutkan memang dalam keadaan dunia yang sudah modern dan dikuasai oleh iptek seperti ini masih ada mereka yang mengharapkan keajaiban yang tidak mungkin dijelaskan oleh rasio. Kepercayaan terhadap segala macam keramat-keramat juga masih ada di Indonesia, dan para pelakunya juga sebagian adalah manusia-manusia berijazah yang dikatakan berpendidikan itu. Namun dalam tanggapannya penulis setuju dengan Sarlito Wirawan, yang mengatakan dalam taggapan terhadap ceramah Mochtar Lubis, bahwa mengenai mitos dan mistik bukanlah monopoli manusia Indonesia semata, melainkan suatu sifat hakiki manusiawi, yaitu untuk memenuhi kebutuhan akan rasa aman (security need). Selama manusia masih belum bisa mengatasi bahaya-bahaya dan ancaman-ancaman dengan dengan kemapuan dan ilmu penghetahuannya sendiri, selama itu manusia masih akan mencari pelindung terhadap mitos dan mistik. Dalam hal manusia Indonesia Sarlito Wirawan mengatakan bahwa gejala mitos dan mistik ini lebih banyak terdapat di kalangan “angkatan tua”. Dikarenakan mereka tidak menerima pendidikan yang layak, namun karena jasa-jasanya pada masa revolusi maka mereka harus mengisi kedudukan penting dalam pemerintahan. Dengan sendirinya kemampuan dan ilmu yang mereka milik belumlah cukup untuk memegang jabatan itu dan mereka masih merasa kurang “secure” dalam memegang jabatan mereka itu, maka larilah mereka kepada praktek-praktek perdukunan dan mistik. Dikalangan angkatan yang lebih muda seperti para sarjana atau mahasiswa, terlihat bahwa praktek-praktek mistik sudah jauh berkurang, meskipun belum dapat dikatakan sudah hilang sama sekali. Sarlito Wirawan yakin dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dinegara kita, maka mitos dan mistik pun akan makin berkurang, demikianlah apa yang dikatakan oleh Sarlito Wirawan dalam tanggapannya terhadap manusia Indonesia ala Mochtar Lubis. Tapi sepertinya pernyataan dari Sarlito Wirawan tampaknya meleset, kenyataannya di Indonesia hal mistik malah semkin merebak dari hari-ke-hari, hal ini ditunjukkan dengan munculnya klinik-klinik “spiritual healing” (yang bagi penulis hal ini merupakan suat modernisasi dari praktek perdukunan dengan menggunakan bahasa inggris dengan nama “spritual healing”). Ditambah lagi ilmu psikologi kini memiliki mazhabnya yang keempat yaitu psikologi transpersonal yang didalamnya membahas dimensi sprirtual manusia termasuk hal-hal mistik. Namun dalam satu sisi memang benar kegemaran terhadap mistisme ini bukanlah sekedar monopoli dari manusia Indonesia saja melainkan juga pada masyarakat barat dengan film-film berbau exorcism, vampir, dracula, zombi, sihir-sihir seperti Harry Potter dan lain sebagainya. Nampaknya mungkin semua manusia sudah mulai tidak rasional lagi, dan menikmati hal tersebut, yang dimungkinkan terjadi karena semakin sedikitnya rasa aman yang dapat dimiliki pada jaman sekarang ini pada sebagian masyarakat yng mengakibatkan mengambil jalan irasional untuk mendapatkan kebutuhannya akan rasa aman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kelima dari manusia Indonesia adalah artistik, berjiwa seni, hal ini memang sudah dapat terlihat dari kayanya budaya daerah yang ada di Indonesia yang dalam tiap-tiap daerahnya memiliki keseniannya masing-masing. Kesenian merupakan hasil dari kebudayaan, dengan demikian maka masyarakat Indonesia memang memiliki jiwa berkarya dan mencintai keindahan. Belum lagi ditemukan peninggalan-peninggalan bangunan kuno, seperti candi-candi yang menakjubkan, menandakan bahwa manusia Indonesia memiliki peradabannya sendiri. bahkan dimasa sekarang ini musik Indonesia dikabarkan telah “menjajah” negeri tetangganya Malaysia, dengan adanya suatu bentuk pemboikotan terhadap radio swasta di Malaysia, dikarenakan lebih sering memutar lagu artis dari Indonesia dibandingkan lagu dari artis lokalnya sendiri. selain itu banyak juga hasil karya asli anak bangsa yang sudah diekspor keluar negeri dan kebanyakan dari hal itu adalah karya-karya kesenian. Jadi kalau masalah seni bangsa ini tidak perlu takut, selama masih ada generasi penerus yang mau mempertahankannya maka kesenian tradisional ini akan selalu terjaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang keenam adalah memiliki watak dan karakter yang lemah. Tidak kuatnya manusia Indonesia dalam mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya merupakan bahasan yang menjadi inti ciri keenam manusia Indonesia. Mochtar Lubis mengatakan hal ini ditandai dengan adanya pelacuran-pelacuran Intelektual dalam banyak bidang. Pelacuran intelektual sebagai contohnya adalah manipulasi hasil yang ditujukan agar dapat mempertahankan suatu penguasa lain, seperti seseorang ahli pangan mengatakan bahwa tidak berbahaya menggunakan suatu produk dari produsen tertentu, padahal produk yang dijual mengandung zat yang berbahaya bagi pengkonsumsi, namun karena sudah diberikan upah, maka ahli tersebut menutupi kenyataan dan mengatakan bahwa tidak ada yang salah pada produk tersebut, sehingga dikatakan sebagai pelacuran intelektual. Yang terjadi kini dalam pemerintahan adalah dengan adanya kebijakan-kebijakan yang bersifat menyengsarakan rakyat, para ahli yang bersangkutan pada bidangnya masing-masing tidak melakukan apa-apa walaupun tahu pada kenyatannya bahwa kebijakan yang ada itu salah, sehingga para ahli itu dapat dikatakan sebagai pelacur intelek. Tidak kuatnya seseorang dalam mempertahankan kebenaran akan membawa keburukan bagi masyarakat luas, dikerenakan tanpa kebenaran maka yang terjadi adalah pembolak-balikkan yang menuju pada ketidak jelasan, sehingga yang terjadi adalah bergesernya nilai-nilai dalam masyarakat kearah yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam ciri ini memang berkesan menjelek-jelekkan bangsa sendiri, namun dengan ini semua diharapkan tidak menjadi suatu bentuk kebencian terhadap bangsa sendiri, melainkan sebagai cermin dalam bertindak. Walau semua penjabaran Mochtar Lubis adalah subjektif dan tidak mewakili, namun sepertinya kalau dipikirkan ada kebenaran dalam pengamatan yang telah ia lakukan. Menurut &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/21/00524966/masa.depan.manusia.indonesia-nya.mochtar.lubis"&gt;ST Sularto (dalam Kompas)&lt;/a&gt; pernah ketika tahun 1982 Mochtar Lubis diminta merefleksikan kembali ”manusia Indonesia”, dengan tegas ia mengatakan tidak ada perubahan. Makin parah. Andaikan permintaan itu disampaikan kembali, di saat Mochtar Lubis sudah tiada (meninggal 2 Juli 2004), niscaya ia menangis di alam baka. Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang kerdil, bukan bangsa yang lemah, namun bangsa yang belum menunjukkan taringnya kepada dunia. Diharapkan pada masa yang akan datang manusia Indonesia menjadi bangsa yang besar, yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain, walau sekarang sudah demikian adanya namun rasanya masih ada sebagian dari manusia-manusia Indonesia yang tidak merasakan hal yang sama. Semoga dari tulisan yang jauh dari sempurna dan membutuhkan banyak kritik ini dapat menjadi masukkan bagi saudara-saudara sebangsa dan setanah air.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-476186461381184627?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/476186461381184627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=476186461381184627' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/476186461381184627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/476186461381184627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/02/manusia-indonesia-ala-mochtar-lubis.html' title='Manusia Indonesia ala Mochtar Lubis'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-8050290155417457910</id><published>2009-02-15T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T03:08:56.152-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan'/><title type='text'>Melihat Manusia dari 3 Spektrum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering kali kita melihat manusia lain yang ada dalam kehidupan kita dengan cara pandang kita yang penuh dengan prasangka, bercampur dengan segala macam tuduhan dan juga penyelewengan dari kenyataan. Bukannya tidak boleh kita menilai orang lain namun setidaknya semua tuduhan itu haruslah didasari oleh segala macam kebenaran dan tidak bertujuan untuk membuka belang orang lain, jika hanya untuk mencari kesalahan orang lain maka bercerminlah, dan kita yang sadar bahwa mengetahui kekurangan sendiri dibandingkan mencari kesalahan orang lain akan jauh lebih beruntung, dikarenakan dengannya kita akan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dikarenakan dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri yang dengannya dapat melakukan tindakan-tindakan yang berguna untuk menjadi manusia yang lebih baik dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manusia jelas bukanlah makhluk yang dapat berdiri sendiri, manusia merupakan makhluk sosial, namun dilain sisi juga merupakan makhluk individu yang hidup di dalam alamnya. Berdasarkan pengakuan dari manusia sendiri mengenai keberadaannya dalam susunan jagad raya ini adalah sebagai makhluk yang berakal dan sempat mengakui bahwa dirinya adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lain dikarenakan akal dan pikiran mereka yang mampu digunakan untuk menentukan jalan mereka sendiri (free will). diatas bumi ini jelas manusia menjadi makhluk yang nomor satu, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya, pembedanya adalah akal pikiran mereka yang dapat merubah keadaan mereka sesuai dengan kehendak bebas mereka, kemampuan untuk berkembang yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi membuat mereka dapat hidup dengan teknologi serta pengetahuan yang selalu dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ditengah-tengah kesombongannya, manusia juga merupakan makhluk yang sangat bergantung terhadap alam. Jelas manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa alam, seperti udara yang mereka butuhkan untuk bernapas, lalu air untuk mereka minum, alam juga menyediakan makanan bagi manusia, matahari dengan sinarnya yang memberikan kehangatan, gravitasi yang menjaga kedudukan manusia diatas bumi sehingga tidak terpental jauh keangkasa luar karenanya. Tanpa itu semua manusia tidak dapat hidup dan tidak mampu bertahan serta berkembang biak, dari sini maka dapat diketahui bahwa manusia sangat bergantung terhadap alam. Diketahui juga bahwa alam tidaklah bergantung barang sedikitpun terhadap manusia, kehadiran manusia dewasa ini bagi alam cenderung hanya sebagai perusak, mengeksploitasi alam guna mendapat keuntungan darinya tanpa pernah membalas kebaikan yang telah diberikan alam kepada manusia. Manusia menambang, menggali, meruntuhkan, menebang, membakar, yang dari kesemuanya mengakibatkan kerusakan bagi alam sendiri dan keuntungan bagi manusia. Walau tidak semua manusia melakukan kerusakan terhadap alam, dan masih banyak ditemui manusia-manusia yang mau mengabdikan kesementaraannya terhadap alam dalam kehidupan yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pastilah memiliki kecenderungan untuk menjadi jahat ataupun baik, berbagai macam faktor jelas mendukung kualitas manusia entah itu dari dalam (internal) atau dari luar (eksternal). Manusia terlahir dengan bakat yang dibawanya yang diperoleh dari kedua orang tuanya. Manusia adalah makhluk yang paling sulit diterka dalam segala tindakannya, karena selain akal mereka juga memiliki perasaan atau hati. Bentuk sulit diterkanya manusia terlihat dari perubahan jaman yang terjadi pada lingkungan hidup manusia, manusia yang berkelompok atau yang biasa disebut sebagai masyarakat bersifat dinamis dalam segala hal, tidak ada yang bertahan selamanya, semua berubah, sehingga ketetapan yang ada adalah perubahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang telah dituliskan diatas adalah manusia sebagai makhluk yang sama dengan manusia lain. maksud dalam tulisan ini adalah memberikan masukan dalam suatu cara untuk mengartikan manusia-manusia yang ada di dalam kehidupan kita. Sering kali kita tidak mengerti dengan maksud dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang yang ada disekitar kita, sehingga kita merasa heran ataupun bingung dalam menentukan sikap terhadap mereka, namun setidaknya kita harus mengerti tentang orang yang sedang kita perhatikan itu berdasarkan tiga hal yang akan penulis coba jelaskan dalam tulisan ini, ketiga hal itu adalah manusia sebagai makhluk yang sama dengan manusia lain (universal), manusia sebagai makhluk yang sama dengan sebagian manusia lain (kelompok), dan manusia sebagai makhluk yang jelas berbeda dari manusia lainnya (unik/individu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita melihat manusia hanya dari satu sisi, melihat kesalahan yang mereka lakukan dan menilainya dengan serampangan, memberikan label permanen terhadap dirinya tanpa pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Pemaknaan terhadap orang lain sering kali yang terjadi hanyalah bias belaka yang diliputi oleh persangkaan-persangkaan yang belum tentu benarnya, bukan hanya merugikan siapa yang disangkakan melainkan juga akan merugikan orang yang memiliki prasangka tersebut. dalam keadaan yang sering disebut sebagai keadaan salah sangka ini seseorang sering kali mengalami salam paham yang mengakibatkan buruknya hubungan yang terjadi didalam lingkungan sosial. untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kita sebagai manusia dalam menilai manusia lainnya dilandasi oleh 3 spektrum seperti yang telah disebutkan diatas sehingga apa yang telah kita nyatakan tidaklah terlalu jauh dengan kenyataannya, dan juga tidak hanya merupakan persangkaan kosong yang subjektif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat manusia sebagai bagian dari suatu kelompok tertentu jelas sangat didasari dengan sifat manusia yang merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin terlepas dari kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Kecenderungan manusia untuk dipengaruhi dan juga saling mempengaruhi satu sama lainnya dalam berinteraksi sosial merupakan salah satu faktor penting dalam diri kita ketika melihat satu sosok manusia untuk dinilai, namun dalam kenyataannya dalam suatu kelompok cenderung ada yang disebut dengan stereotip yang merupakan suatu sangkaan yang cenderung belum benar adanya. Stereotip pada dasarnya terbentuk akibat suatu bentuk generalisasi yang dilakukan secara membabi-buta terhadap suatu kelompok tertentu, baik itu etnis, agama, ras, budaya, bangsa, partai politik, atau yang lainnya oleh masyarkat. Namun memang pada kenyataannya kehadiran stereotip memang bukanlah hanya merupakan suatu isapan jempol belaka, ada juga bentuk empiris yang terjadi diakibatkan suatu pengalaman dan juga pengamatan yang telah berlalu bersama dengan waktu. Tidak dapat dikatakan bahwa stereotip selalu salah, namun dalam melihat manusia itu sendiri tidak semudah kita melihat sebuah benda, dalam keadaan ini tidak seorangpun dapat melihat dalam diri manusia yang paling dalam, manusia dilindungi oleh tubuhnya dalam menyembunyikan aktifitas mental yang dimilikinya. Sehingga tidak ada yang mampu melihat dan menerka apa yang akan dilakukan oleh seseorang pada kemudian saat. Manusia merupakan makhluk yang sulit untuk diterka dikarenakan mereka memiliki akal pikiran namun selain itu juga dikarenakan manusia memiliki perasaannya yang unik terhadap segala sesuatu yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kelompok pastilah berlaku suatu peraturan-peraturan atau norma baik itu yang tertulis maupun yang tidak tertulis, dan dari norma dan peraturan itu akan menumbuhkan suatu karakter yang bersifat umum bagi anggota kelompok tertentu. Dari sinilah kita bisa menilai manusia lainnya, dikarenakan lingkunagn hidup tempat ia berinteraksi sehari-hari pastilah merupakan suatu rujukan bagi dirinya dalam berperilaku sehari-hari. Baik itu gender, ras, agama, suku, bangsa, paham politik dan lain-lain. manusia memiliki sifat dasar yang menuntut penerimaan dari lingkungannya, kebanyakan manusia mengerti bahwa jika mereka ingin diterima dalam kelompok mereka, maka yang harus dilakukan adalah dengan memenuhi harapan kelompok, walau tidak jarang seseorang menolak tuntutan masyarakat terhadap dirinya walau hal ini hanya terjadi pada segelintir orang saja, namun akibat dari itu semua adalah suatu penolakan dari masyarakat dan juga alienasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu dapat dilihat dan dinilai mengenai manusia dari apa yang ada dalam lingkungan tempat mereka hidup, peran-perannya dalam lingkungan dan juga hasil interaksi yang ia lakukan dengan manusia lain didalam lingkungannya tersebut. dalam melihat manusia sebagai makhluk yang sama dengan sebagian manusia lain dapat dinilai juga dari proses-proses mental yang mereka miliki seperti prinsip dalam beragama dan juga pandangan politik. Hal ini dapat dikenali dari simbol-simbol yang mereka gunakan dalam memperkenalkan apa yang mereka anut terhadap dunia diluar dirinya. Maka mereka yang melihat dapat meng-kira-kira apa yang menjadi dasar perilakunya. Demikianlah sedikit dari cara melihat manusia dari sisi manusia sebagai bagian dari kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang terakhir adalah melihat manusia sebagai makhluk yang unik, manusia sebagai pribadi, manusia sebagai sesuatu yang tidak ada duanya. Bahkan dua orang yang kembar secara identik pun tidak memiliki kepribadian yang sama. Manusia masing-masing memiliki dimensinya sendiri, dimana dimensi mereka dengan dimensi manusia lainnya hanya memiliki kemiripan namun bukan kesamaan secara persis. Demikian halnya dengan fisik mereka. Jadi jumlah jenis manusia adalah sebanyak jumlah manusia itu sendiri. menghargai manusia sebagai makhluk yang unik pada dasarnya merupakan hal yang sulit bagi manusia itu sendiri, kemanusiaan adalah suatu bentuk penghargaan terhadap setiap jiwa dan juga terhadap segala potensi-potensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melihat manusia sebagai makhluk yang unik dapat diterapkan dengan melihatnya sebagai bagian dari lingkungan, interaksinya terhadap gejala-gejala yang bersifat umum. Karena langkah yang diambil manusia dalam menghadapi sesuatu pada dasarnya ada yang bersifat umum dan khusus, memfokuskan permasalahan pada hal yang khusus sering kali bersifat subjektif namun dapat menjadi suatu landasan yang ampuh dalam menilai diri seseorang jika dipadukan dengan apa yang dianut dalam kehidupan mentalnya sebagai garis besar dasar filsafat dan juga pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan kekurangan dan kelebihannya manusia hidup dalam dunia ini, dan berusaha menjadi seperti apa yang mereka harapkan, walaupun harapan itu merupakan hasil ciptaan yang dipengaruhi oleh pihak lain diluar dirinya, namun tetap yang menjalankan semua itu adalah diri mereka sendiri-sendiri. manusia adalah makhluk yang memiliki potensi yang tidak dapat diduga, apa yang terjadi hari ini pada dirinya memiliki kemungkinan menjadi berbeda pada hari yang bereikutnya, namun ada manusia yang memiliki kekonsistenan dalam dirinya, entah itu yang membabibuta atau yang bersifat membangun. Manusia adalah makhluk dengan moral namun terkadang manusia juga bisa disebut sebagai binatang yang berakal. Gejolak dalam diri manusia akan selalu tercermin dlama tingkahlakunya sehingga, dari tingkahlaku akan terlihat apa yang sebenarnya terjadi didalam diri manusia itu sendiri, apa yang menjadi pokok permasalahannya dan apa yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan tulisan yang tidak seberapa ini akan dapat memberikan  sedikit inspirasi kepada para pembaca, masukan kritik dan seran jelas sangat dibutuhkan sehingga apa yang tertulis sekarang ini dapat dicari tahu dimana kesalahan dan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-8050290155417457910?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/8050290155417457910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=8050290155417457910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/8050290155417457910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/8050290155417457910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/02/melihat-manusia-dari-3-spektrum.html' title='Melihat Manusia dari 3 Spektrum'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-729579999995830666</id><published>2009-02-05T19:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T20:02:25.210-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='transpersonal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mazhab'/><title type='text'>Psikologi Transpersonal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu pengetahuan selalu berkembang seiring berjalannya waktu, hal ini terjadi dalam semua bidang ilmu. Demikian halnya dengan ilmu psikologi. Setelah mengenal beberapa mazhab seperti psikoanalisis, bihavioristik dan humanistik, kini dunia psikologi memperkenalkan psikologi transpersonal. Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat mengenai mazhab keempat dalam ilmu psikologi yaitu psikologi transpersonal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikologi Transpersonal dikembangkan pertama kali oleh para ahli yang sebelumnya mengkaji secara mendalam bidang humanistik seperti Abraham Maslow, C.G. Jung, Victor Frankl, Antony Sutich, Charles Tart dan lainnya. Dengan melihat dari para tokoh awalnya maka dapat diketahui bahwa psikologi transpersonal merupakan turunan langsung dari psikologi humanistik. Yang membedakan antara psikologi humanistik dan psikologi transpersonal adalah didalam psikologi transpersonal lebih menggali kemampuan manusia dalam dunia spiritual, pengalaman puncak, dan mistisme yang dialami manusia. Beberapa kalangan berpendapat bahwa bidang spiritualitas dan kebatinan hanya didominasi oleh para ahli-ahli agama dan juga praktisi mistisme, namun ternyata dalam perkembangannya, kesadaran akan hal ini dapat diaplikasikan dan dibahas dalam ilmu pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar seperti yang dikemukakan oleh Lajoie dan Shapiro dalam Journal of Transpersonal Psychology didefinisikan psikologi transpersonal sebagai studi mengenai potensi tertinggi dari manusia melalui pengenalan, pemahaman dan realisasi terhadap keesaan, spiritualitas dan kesadaran-transendental. Psikologi transpersonal juga melepaskan diri dari keterikatan berbagai bentuk agama yang ada. Namun walau demikian dalam penelitiannya psikologi transpersonal mengkaji pengalaman spiritual yang dialami oleh para ahli spiritual yang berasal dari berbagai macam agama sebagai subjek penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi transpersonal berpendapat bahwa potensi tertinggi dari individu terdapat dalam dunia spiritual yang bersifat non-fisik, hal ini ditunjukkan dengan berbagai pengalaman seperti kemampuan melihat masa depan, extrasensory perception (ESP), pengalaman mistik, pengembangan spiritualitas, pengalaman puncak, meditasi dan berbagai macam kajian yang bersifat parapsikologi atau metafisik. Dengan menyadari betul tentang keadaan manusia yang bukan hanya terletak pada dunia fisik semata dan meyakini bahwa inti terpenting dari individu terletak pada dunia spiritual yang bersifat kasat mata dan abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal teori dan juga penelitian yang sesuai dengan sifat keobjektifan ilmu pengetahuan, maka dalam perkembangan pengkajian terhadap berbagai macam hal-hal mistis dan kebatinan tidak lagi menjadi suatu hal yang tabu untuk dibahas dan bahkan dipelajari, selama dalam penggunaannya memberikan manfaat yang baik dan berguna bagi perkembangan kehidupan manusia. Dari hasil penelitian Telah dibuktikan bahwa Individu cenderung untuk tidak membicarakan pengalaman puncak mereka dengan orang lain. Alasan yang paling banyak adalah bahwa mereka merasa pengalaman itu bersifat sangat personal, intim, dan tidak ingin mereka bagi; bahwa mereka tidak mempunyai kata-kata yang memadai untuk menceritakannya; atau mereka ketakutan jika orang lain akan melecehkan pengalaman itu atau menganggap mereka tidak waras atau sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi transpersonal mengkombinasikan ketiga mazhab psikologi yang telah ada sebelumnya dengan cara mendialogkan semua teori dengan keadaan manusia sebagai makhluk spiritual. Meski selalu mendapat tentangan keras dari mereka yang beraliran positivis dan juga materialis dilain sisi psikologi transpersonal mendapatkan tempat yang baik dalam bidang akademik. Dengan dimulainya berbagai macam penelitian yang bertujuan mengkaji dimensi spiritual manusia maka era milennium ini yang merupakan era aquarian benar-benar telah terwujud.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-729579999995830666?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/729579999995830666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=729579999995830666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/729579999995830666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/729579999995830666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/02/psikologi-transpersonal.html' title='Psikologi Transpersonal'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-6071818581257981472</id><published>2009-02-05T05:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T08:03:13.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mazhab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencerahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Ujub, Riya’ dan Takabbur dalam Psikologi Islami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingat tulisan dari Saudara &lt;a href="http://bahrilhidayat.blogspot.com/"&gt;Bahril Hidayat&lt;/a&gt;, beliau mengatakan dalam tulisannya yang berjudul &lt;a href="http://bahrilhidayat.blogspot.com/2008/04/skizofrenik.html"&gt;Definisi skizofrenik&lt;/a&gt;. Didalamnya terdapat: “salah satu ciri utama (gejala positif) gangguan utama skizofrenia adalah delusi, singkatnya makna delusi sangat dekat dengan kesombongan jika dikaitkan dengan agama, proses dinamika delusi berjalan pada 3 tahap, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unobserveable Phase &lt;/span&gt;(ujub), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Preobserveable Phase &lt;/span&gt;(riya’) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Observeable Phase&lt;/span&gt; (takabbur). Saya tidak menemukan delusi yang terbesar bagi seseorang selain 2 hal. Pertama meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah pada ibadah fardhu (wajib), kedua, berlaku sombong karena merasa banyak ibadah kepada-Nya. Jika seseorang termasuk pada salah satu jenis diatas, maka dia hanya tinggal menunggu masa-masa datangnya psikotik (pribadi terbelah) dalam hidupnya. Atau jika Allah lebih murka kepadanya maka azab Allah dihari pembalasan jauh lebih pedih apabila dia meninggal dalam keadaan belum bertobat.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya beliau juga menuliskan "Skizofrenik menggerogoti fungsi kesadaran (insight) intelektual, emosional, dan spiritual secara perlahan-lahan. Tak jarang gejala skizofrenik muncul dari peningkatan suatu kesadaran (misal, intelektual) tapi diikuti oleh penurunan kesadaran lain (misal, emosional). Sebagian orang jenius justru mendapat pemikiran yang orisinil dan gemilang melalui tahap awal skizofrenik tersebut. Kesadaran intelektual meningkat (misal, muncul teori atau temuan baru) namun kesadaran emosional-spiritual menurun (misal, delusional of grandeur; penurunan kemauan; penurunan naluriah). Tahap demi tahap itu berlangsung terus menerus hingga akhirnya penurunan tersebut mencapai keadaan distorsi mental yang luar biasa. Apabila kondisi itu sudah terjadi maka skizofrenik berhasil menguasai seseorang. Pada saat itu individu telah kehilangan dirinya, yaitu hilangnya kesadaran intelektual, emosional, dan spiritual secara tidak masuk akal. Bahkan tidak masuk akal bagi penderita skizofrenik lainnya, meski klasifikasi diagnosis tipe skizofrenik (delusi dan halusinasi) mereka sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dari penjelasan yang telah diberikan secara lengkap (bagi saya) oleh Bahril Hidayat memberikan gambaran mengapa menusia menjadi sakit secara kejiwaan dikarenakan manusia tidak bersikap adail terhadap dirinya sendiri atau dengan kata lain melakukan tindakan yang menganiaya diri sendiri. dalam tulisan yang akan jauh dari sempurna dan membutuhkan banyak kritikan ini, penulis akan mencoba untuk memberikan tanggapan terhadap "kegilaan" berdasarkan apa yang telah dituliskan oleh Bahril Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti apa yang telah dijanjikan oleh alam kepada manusia dimana segala tindakan yang dilakukan oleh manusia akan memberikan efek kembali atau "aksi min reaksi", dimana hukum kekekalan energi berlaku, tidak ada energi yang hilang melainkan berubah bentuk menjadi energi yang lain. janji alam sebagai contoh adalah dalam hal menanam tanaman dimana seorang petani yang menanam padi dengan benih padi maka akan memanen padi, tidak mungkin sang petani yang pergi kesawah dan menanam benih padi akan mendapati pohon kesemek atau juga durian di atas petak sawahnya. demikian juga halnya dengan seseorang yang menanam benih tomat pada ladang maka dengan waktu yang berlalu maka yang akan dia dapatkan diladangnya adalah pohon tomat dengan buah yang merah, bukan pohon jambu atau juga pohon mangga. seperti itulah janji alam kepada kita, apa yang kita peroleh (dalam artian apa yang kita lakukan) akan menjadi sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tanam (dalam artian apa yang kita lakukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti apa yang telah dijanjikan oleh alam kepada manusia dimana segala tindakan yang dilakukan oleh manusia akan memberikan efek kembali atau "aksi min reaksi", dimana hukum kekekalan energi berlaku, tidak ada energi yang hilang melainkan berubah bentuk menjadi energi yang lain. janji alam sebagai contoh adalah dalam hal menanam tanaman dimana seorang petani yang menanam padi dengan benih padi maka akan memanen padi, tidak mungkin sang petani yang pergi kesawah dan menanam benih padi akan mendapati pohon kesemek atau juga durian di atas petak sawahnya. demikian juga halnya dengan seseorang yang menanam benih tomat pada ladang maka dengan waktu yang berlalu maka yang akan dia dapatkan diladangnya adalah pohon tomat dengan buah yang merah, bukan pohon jambu atau juga pohon mangga. seperti itulah janji alam kepada kita, apa yang kita peroleh (dalam artian apa yang kita lakukan) akan menjadi sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita tanam (dalam artian apa yang kita lakukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu aliran psikologi yang sedang populer dan cenderung efektif pada masa dewasa ini adalah aliran Psikologi Islam dimana menjadikan ajaran agama Islam sebagai dasarnya, dinamakan psikologi Islam dikarenakan memang pada dasarnya apa yang ada didalamnya merupakan hasil pencitraan Islam dalam dunia psikologi yang diyakini oleh para kalangannya bahwa fungsi Islam adalah Rahmatan Lil Alammin (rahmat bagi semesta alam). Filsafat dasar dari psikologi Islam adalah Tauhid atau yang biasa dikatakan sebagai Laillahailallah (tidak ada Tuhan Selain Allah). Didalam Islam sendiri kata sombong merupakan suatu sifat yang buruk, dikarenakan kesombongan merupakan suatu tindakan yang sangat tidak layak ada pada setiap makhluk dikerenakan satu-satunya yang berhak untuk sombong hanyalah Allah, manusia tidak memiliki daya apapun, sehebat apapun seorang manusia tetap saja dia membutuhkan yang namanya makan, minum, pakaian dan segala macam kebutuhan pokok. Ketergantungan manusia terhadapa tempat hidupnya merupakan salah satu alasan mengapa manusia tidak boleh melakukan kesombongan sedikitpun juga. Segala yang dimiliki manusia entah itu ilmu, kepandaian dan juga harta benda baik itu tubuh dan segala macamnya, berasal dari Allah sebagai suatu titipan dalam kehidupan dunia ini yang hanya bersifat sementara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skizofrenia merupakan bentuk gangguan pada kejiawaan yang menyerang fungsi kesadaran emosi, intelektual dan spiritual seperti yang telah dijelaskan diatas dikarenakan pada saat mengalaminya seseorang menjadi sangat jauh dari kenyataan atau tidak melihat segala sesuatu sebagaimana mestinya. Terjadi pembelahan dan juga distorsi didalam alam sadar, yang bersumber dari bawah sadar. Tidak dengan cepat seseorang mencapai proses skizofrenia, melainkan keadaan ini dicapai dengan melalui beberapa tahapan, tidak serta-merta menjadi rusak melainkan dengan tahapan sedikit demi sedikit yang menggerogoti diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ujub, riya’ dan takabbur ketiganya jelas merupakan bentuk dari kesombongan karena berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia ujub merupakan rasa bangga terhadap diri sendiri secara berlebihan, kemudian riya’ adalah rasa bangga karena telah berbuat kebaikan, dan takabbur adalah merasa diri mulia (hebat, pandai dan sebagainya). Dari ketiga hal itu tidak satupun yang memikirkan tentang adanya pengaruh lain yang menunjang keberhasilan diri seseorang, ketiganya merupakan perasaan teramat bagga terhadap diri sendiri yang membuat seseorang menganggap bahwa segala yang ada pada dirinya merupakan hasil kehebatannya sendiri. Dengan kata lain adalah sombong. Berbagai macam sikap sombong disebut sebagai pintu menuju psikotik dikarenakan dengan perasaan demikian maka seseorang didalam kepalanya telah menyangkal kebenaran. Sebagai contoh jika seseorang memperoleh suatu keberhasilan maka ia menganggap keberhasilan itu adalah hasil dari kehebatannya sendiri, besar kepala, dan melupakan orang-orang yang selama ini mendukung diirnya dalam proses pencapaian keberhasilan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya penyangkalan ini maka seseorang dengan kegembiraan akan keberhasilannya melakukan pemutusan hubungan dengan para penunjang dirinya, ia tidak lagi menganggap bahwa mungkin sahabat, orang tua, teman-teman, saudara, atau sebagainya sebagai penunjang bagi keberhasilannya. Perasaan merasa diri adalah pusat dunia, kesombongan yang sakit. Dalam psikologi barat keadaan mental seperti ini disebut sebagai narsistis, diperkenalkan pertama kali oleh freud yang diambil dari mitologi yunani tentang seorang pemuda yang jatuh hati kepada bayangannya sendiri diatas danau, ia terus memandanginya, dan mengagumi dirinya secara terus menerus. Manusia membutuhkan kebutuhan akan penghargaan namun jika seseorang hanya ingin dipuja secara terus-menerus maka yang terjadi adalah suatu bentuk penyakit yang melekat pada kepribadian, bayangkan saja jika ada manusia yang menginginkan selalu menjadi pusat perhatian, tidak perduli dengan orang lain dan hanya berorientasi pada dirinya sendiri, maka yang terjadi adalah penebaran kerusakan bagi lingkungan, dimana diri narsis (ujub) menjadi sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesombongan manusia telah memilih psikosis sebagai jalan hidup dikarenakan 2 hal, pertama Ia mendustai dirinya secara sadar dan kemudian dia mengakui kedustannya itu sebagai satu-satunya kebenaran. Dan sudah menjadi bawaan dari dusta bahwa pada akhirnya akan ditutupi oleh dusta yang lain. Dengan demikian maka akan semakin banyak manipulasi didalam kepalanya sendiri sehingga mengakibatkan hilangnya diri dari realitas, terlempar dari kenyataan dan menuju alam skizofrenia, tersiksa akan suatu dusta yang berada didalam kepalanya sendiri yang diyakini oleh diri sendiri sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam psikologi Islam dikarenakan didasari pada AlQuran dan Hadist maka setiap manusia diharuskan barsyukur kepada nikmat yang telah diberikan oleh Allah, dan pelaku Ujub, Riya’ dan takabbur merupakan bentuk ketidak-bersyukuran seseorang terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah, dimana pribadi tidak menganggap ada campur tangan kuasa tuhan terhadap apa yang telah diperolehnya. Sedangkan dalam pandangan Islam sendiri Allah merupakan sumber kekuatan dimana semua makhluk bergantung kepadanya, dan Allah tidak membutuhkan makhluknya barang sedikitpun, Allah Maha Kaya lagi Maha Esa. Orang yang sombong merupakan mereka yang kufur terhadap nikmat Allah, mereka yang menganggap diri lebih dari orang lain, mereka yang menganggap dirinya telah banyak beribadah kepada Allah, mereka yang telah mengkultuskan diri sebagai ahli surga, dan kesemuanya adalah perbuatan-perbuatan yang keji. sedangkan Allah tidak pernah menganiaya hamba-hambanya melainkan mereka yang menganiaya diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham dalam Islam tidak menganggap umat manusia sebagai pusat alam semesta, seperti yang telah dijunjung oleh paham humanis, melainkan Islam memandang bahwa setiap manusia itu sama dihadapan Allah dan hanya Allah sajalah yang berhak untuk dipuja dikarenakan segala sesuatu yang ada didalam alam semesta ini merupakan hasil ciptaan Allah dan semua berada di bawah Kuasanya tanpa kecuali. Sedangkan bagi pribadi yang sombong maka yang terjadi adalah perasaan diri hebat jika dibandingkan apapun, dan bahkan merasa diri lebih hebat dari Tuhan. Perbuatan yang sangat mengerikan itu akan membawa manusia pada posisi yang tidak menyenangkan bagi dirinya, bukan karena Allah memberikan azab kepada dirinya melainkan dirinyalah yang menganiaya dirinya sendiri, seperti janji alam yang telah disebutkan diatas berperilaku sombong adalah ibarat menanam pohon penyakit dimana pada akhinya akan menjadikan kita manusia yang sakit secara mental. Perilaku yang kita lakukan sekarang berserta dengan kekuatan hatinya merupakan bakal “buah” yang akan kita peroleh dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanggulangan Ujub, Riya’ dan Takabbur berdasarkan Psikologi Islami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim: "Sesungguhnya hati manusia dihadapi oleh dua macam penyakit yang amat besar jika orang itu tidak menyadari adanya kedua penyakit itu akan melemparkan dirinya kedalam kehancuran dan itu adalah pasti, kedua penyakit itu adalah riya dan takabur, maka obat dari pada riya adalah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dan obat dari penyakit takabur adalah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)". Menunjukkan bahwa pada dasarnya dalam Islam jika dipahami secara mendalam maka akan ada obat-obat penyakit hati didalam ayat-ayat Al-Quran. Seperti yang disebut oleh ibnul Qayyim tentang obat dari riya’ dan takabbur yang keduanya merupakan ayat ke-5 dari surat al-fatihah (pembukaan), surat yang dibaca didalam setiap awal rakaat saat melaksanakan Shalat. Kata “Hanya kepada-Mu kami menyembah” sebagai obat dari penyakit hati dari riya dikarenakan hanya kepada Allah saja kita menyerahkan segala sesuatu yang kita lakukan, maka dalam bertindak kebaikan terkadang manusia merasa ingin dilihat oleh orang lain yang pada akhirnya akan diberikan pujian dan juga sanjungan, namun dengan adanya kata “Hanya kepada-Mu kami menyembah (mengabdi)” maka segala sesuatu kebaikan yang kita lakukan bukanlah untuk mencari ketenaran dan juga sanjungan dari orang lain melainkan hanya semata-mata karena Allah. Karena memang hanya Allah-lah yang telah mengijinkan kita untuk melakukan kebaikan tersebut dan atas kuasa-Nya-lah kita mampu beramal soleh dan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk penyakit takabbur maka obat yang diperoleh adalah kata “Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”. Hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan dan diri kita tidak mampu untuk menolong diri kita sendiri tanpa adanya ijin dari Yang Menciptakan diri kita, karena ubun-ubun kitapun berada didalam genggaman-Nya, tidak ada suatu kuasapun selain kuasa Allah. Maka tidak pantaslah manusia melakukan hal yang takabbur, membangga-banggakan dirinya, merasa paling hebat, merasa paling benar dan merasa paling suci. Maka dengan kesadaran bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik penolong dalam kehidupan kita, akan menumbuhkan sifat stabil dalam diri kita, dimana kita tahu bukan diri kitalah yang sebenarnya pantas untuk dipuji, melainkan hanya yang Menciptakan kita, bukan diri kitalah yang mengakibatkan kebaikan bagi orang lain melainkan hanya saja Allah menjadikan kita sebagai perantara dari apa yang telah kita lakukan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti yang diawal dikatakan oleh Bahril Hidayat dimana Ujub merupakan fase awal dari delusi yang dekat dengan kesombongan itu. Dimana ujub merupakan perilaku bangga terhadap diri sendiri, walau ujub tidak dapat terobservasi, melainkan perasaan yang bangga dan memuji diri sendri yang terletak didalam proses mental manusia, sehingga dikatakan sebagai Unobserveable Phase. Ini adalah titik awal dari perilaku riya’ dan takabbur, dan bagi penulis sendiri obatnya adalah pada surat yang sama yaitu al-fatihah, pada ayat 1, 2, 3 dan 4. dimana disana tertulis “Dengan nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang(1) Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam(2) Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang(3) Yang mengusasi hari pembalasan(4)”. Disini tertulis tentang Ar-rahman dan Ar-rahim sebanyak masing-masing 2 kali, walau pada sebagian umat menganggap bahwa “bismillah” bukan merupakan bagian dari surat namun tetap dalam mengawali pembacaan tetap akan dibaca kata “bismillah” sebagai pembukaan. Yang menandakan bahwa Allah maha pengasih dan Maha penyayang, tidak mungkin Allah menyiksa hambanya, melainkan sebagai suatu cobaan yang akan berbuah kebaikan atau merupakan hasil dari perbuatan keji yang dilakukan oleh hamba-hambanya. Segala puji bagi Allah, itulah mengapa kita diharuskan mengucapkan Alhamdulillah pada saat kita menerima kebaikan, karena segala kebaikan yang kita terima adalah rahmat dari Allah, bukan merupakan suatu hasil dari kehebatan kita seorang diri, mengucap syukur kepada yang Maha pengasih merupakan suatu jalan pintas untuk menangkal terjadinya ujub didalam proses mental kita. Maka dengan sendirinya kita akan menyadari bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dibandingkan dengan kuasa Allah, hanya Ia yang berkuasa, dan hanya Ia yang berhak dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan mengingat Allah merupakan obat paling mujarab, dikarenakan hanya dengan berpegang kepada sesuatu yang kekal maka manusia akan selamat dalam melintasi lautan dunia yang sementara ini. Sesuatu yang kekal dan tidak pernah berubah jelaslah bukan makhluk dengan wujud, atau juga bukan dengan teori yang akan berubah dengan adanya pembaruan dan berjalannya waktu, namun kepada ketetapan-ketapan dan kebenaran-kebenaran, yang hanya bias dipahami oleh hati yang bersih Dengan begitu maka kita akan terjauh dari penyakit hati dan juga penyimpangan-penyimpangan dalam kejiwaan kita, sehingga kita tahu dimana kita berdiri, dan mengetahui kepada apa kita berpegang. walau godaan dalam diri manusia akan selalu ada, namun itulah Jihhad yang terbesar, yaitu berperang melawan nafsu di dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-6071818581257981472?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/6071818581257981472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=6071818581257981472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/6071818581257981472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/6071818581257981472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/02/kesombongan-sebagai-salah-satu-langkah.html' title='Ujub, Riya’ dan Takabbur dalam Psikologi Islami'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7333791302362095546</id><published>2009-01-09T06:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T06:32:15.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Schizofrenia Paranoid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu jenis dari gangguan mental yang dapat dialami oleh manusia adalah schizofrenia paranoid, merupakan salah satu tipe dari gangguan schizofrenia. Bentuk dari gejala utamanya selain jelas gangguan emosional yang parah adalah bentuk delusi yang berupa keyakinan bahwa diri penderita adalah pribadi yang dibenci, dimusuhi, memiliki komplotan yang selalu mengancamnya, diburu, ditekan dan lainnya (biasa disebut dengan delusions of persecutions). Lalu dari delusi yang telah disebut sebelumnya akan membentuk delusi dimana penderita yakin bahwa dirinya adalah pribadi yang serba hebat, serba luar biasa, maha suci dan sebagainya (delusions of grandeur), keyakinan  ini terbentuk akibat dari pemikiran bahwa orang-orang memiliki rasa iri kepada dirinya sehingga berusaha melenyapkan dirinya. Dari simptom (gejala) utama yang telah disebutkan diatas maka dapat diketahui bahwa para penderita dari schizofrenia paranoid memiliki sifat agresif terhadap orang-orang yang ada disekelilingnya, hal ini dikarenakan keyakinan mereka tentang tidak bersahabatnya keadaan dunia luar dengan dirinya, mereka memilih untuk menyerang terlebih dahulu dari pada diserang oleh orang lain yang mereka yakini cepat atau lambat pasti akan menyerangnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Delusi-delusi yang dialami oleh penderita selalu diperkuat oleh kehadiran halusinasi yang mereka alami baik itu secara visual maupun pendengaran. Contoh dari halusinasi ini mungkin bisa berupa munculnya suara-suara yang mengancam, lalu penampakan sosok yang menyeramkan sehingga timbul reaksi untuk menyerang atau agresi. Hal-hal tersebut selain membahayakan orang lain juga dapat membahayakan diri penderita sendiri diakibatkan dalam mengambil langkah guna menghindari delusi persecusion, penderita terkadang mengambil tindakan yang cenderung nekat dan berbahaya, bahkan dalam beberapa kasus telah memakan korban jiwa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Juga terdapat kecenderungan homoseksualitas, dimana penderita laki-laki akan mengancam laki-laki dan penderita perempuan akan mengancam perempun. Dalam hal ini kecenderungan homoseksual akan nampak dari pribadi penderita sendiri, dimana terkadang kecenderungan ini tidak terlihat dan juga tidak diakui oleh penderita, namun diredam jauh dalam ketidaksadaran penderita. Namun juga ditemukan mengenai penderita yang mengakui orientasi seksualnya terhadap sejenis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para penderita schzofrenia paranoid mengalami “ideas of reference” yang merupakan percampuran antara waham dan halusinasi dengan kecenderungan untuk memberikan nuansa pribadi terhadap segala kejadian yang dialaminya. Contohnya adalah ketika seseorang penderita mendengar suara klakson dan mengartikannya sebagai tanda penyerbuan terhadap dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara psikoanalisis schizofrenia pada umumnya merupakan suatu pola kepribadian yang tidak dewasa dalam mengahadapi dorongan seksual dan juga agresi. Biasanya gangguan ini diawali oleh suatu pristiwa pencetus, dimana pristiwa pencetus (precipitating event) ini saat terjadinya, membuat individu menciptakan defence mechanism yang berlebihan, dimana individu menciptakan cara penyelesaian masalah yang tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya terjadi, sehingga dikemudian terjadi perpecahan atau disintegrasi dalam kepribadian individu tersebut. hal inilah yang mengakibatkan terputusnya hubungan antara individu dengan dunia nyata. Disebabkan oleh terjadinnya bentrokan antara defence mechanism yang terjadi secara bersamaan (defence againts a defence).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7333791302362095546?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/7333791302362095546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=7333791302362095546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/7333791302362095546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/7333791302362095546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2009/01/schizofrenia-paranoid.html' title='Schizofrenia Paranoid'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-7790735080592015965</id><published>2008-10-22T17:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T17:33:31.337-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Gangguan kepribadian paranoid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat banyak jenis gangguan yang terjadi menyerang kepribadian, salah satunya adalah gangguan kepribadian paranoid, dalam gangguan yang seperti ini para penderitanya memiliki tanda kecurigaan yang teramat sangat terhadap orang lain, selain itu rasa ketidak percayaan mereka kepada orang lain juga sangatlah tinggi, keadaan curiga dan tidak percaya terhadap orang lain ini dalam diri penderitanya berlangsung sangat lama. Sering kali mereka juga menyalahkan orang lain terhadap apa yang terjadi pada diri mereka, seperti  perasaan buruk yang mereka alami dan juga tanggung jawab atas keadaan mereka sendiri. Sikap bermusuhan juga cenderung mereka tunjukkan, mudah tersinggung dan marah. Selain itu mereka juga dicirikan sebagai orang fanatik, pengumpul ketidakadilan, seorang pasangan yang cemburu secara patologis dan orang yang nampak aneh seringkali memiliki gangguan kepribadian paranoid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka yang menderita paranoid jarang untuk mencari cara untuk sembuh seperti pengobatan seorang diri, seperti misalnya mereka dirujuk kepengobatan oleh pasangan atau perusahaannya maka mereka akan mencari teman untuk pergi bersama dan menunjukkan keadaannya yang tidak tampak menderita. Mengenai gangguan kepribadian paranoid para penderitanya didominasi oleh kaum laki-laki dibandingkan oleh kaum perempuan, dan pola penyebarannya tidak selalu dari faktor keturunan. Ciri dalam gangguan paranoid adalah adanya perasaan sensitif dan perasaan tidak diinginkan, mereka juga memiliki mengartikan tindakan orang lain sebagai suatu hal yang merendahkan mereka serta disengaja. Hampir selalu orang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid mengharapkan dirinya untuk dieksploitasi dan disakiti oleh orang lain dengan suatu cara. Seringkali mereka bertanya tanpa pertimbangan tentang kesetiaan pasangannya atau mitra seksualnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid mengeksternalisasikan emosinya sendiri dan menggunakan pertahanan proyeksi – yaitu, mereka menghubungkan kepada orang lain impuls dan pikiran yang tidak dapat diterimanya sendiri. Gagasan mengenai diri sendiri dan ilusi yang dipertahankan secara logis adalah sering ditemukan. Pasien dengan gangguan adalah terbatas secara afektif dan tampak tidak memiliki emosi. Mereka membanggakan dirinya sendiri karena mampu rasional dan objektif, tetapi sebenarnya tidak. Mereka kehilangan kehangatan dan terkesan dengan kekuatan dan memberikan perhatian kepada urutan., mengekspresikan hinaan kepada orang yang dipandangnya sebagai lemah, sakit, terganggu atau memiliki kekurangan pada suatu hal. Dalam situasi sosial individu dengan kepribadian paranoid mungkin tampak seperti sibuk dan efisien, tetapi mereka sering kali menciptakan ketakutan atau konflik pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berikut kriteria Diagnostik untuk gangguan kepribadian paranoid:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.&lt;/span&gt; ketidakpercayaan dan kecurigaan yang pervasif kepada orang lain sehingga motif mereka dianggap sebagai berhati dengki, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks, seperti oleh yang ditunjukkan oleh empat (atau lebih) sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. menduga, tanpa dasar yang cukup, bahwa orang lain memanfaatkan, membahayakan dan mengkhianati dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. preokupasi dengan keraguan yang tidak pada tempatnya tentang loyalitas atau kejujuran teman atau rekan sekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. enggan untuk menceritakan rahasia orang lain karena rasa takut yang tidak perlu bahwa informasi akan digunakan secara jahat untuk melawan dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. membaca arti merendahkan atau mengancam yang tersembunyi dari ucapan atau kejadian yang biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. secara terus menerus menanggung dendam, yaitu tidak memaafkan kerugian, cedera atau kelalaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. merasakan serangan terhadap karakter atau reputasinya yang tidak tampak bagi orang lain dan dengan cepat bereaksi secara marah dan balas menyerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. memiliki kecurigaan yang berulang, tanpa pertimbangan, tentang kesetiaan pasangan atau mitra seksual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.&lt;/span&gt; tidak terjadi semata-mata selama perjalanan skizofrenia, suatu gangguan mood dengan ciri psikotik, atau gangguan psikotik lain dan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu kondisi medis umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-Kaplan &amp;amp; Sadok. Sinopsis Psikiatri. 1997. Binarupa Aksara, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-DSM-IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-7790735080592015965?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/7790735080592015965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=7790735080592015965' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/7790735080592015965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/7790735080592015965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2008/10/gangguan-kepribadian-paranoid.html' title='Gangguan kepribadian paranoid'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-666790943448933402</id><published>2008-08-29T06:33:00.000-07:00</published><updated>2008-12-01T14:34:24.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>80% Anak-Anak yang Terlahir Sekarang Adalah Indigo*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*data dari buku The Indigo children (Lee carroll &amp;amp; Jan tobber) &amp;amp; 17 emosi negatif anak indigo – terapi mental dan perilaku (Wayne Dosick Ph.D &amp;amp; Ellen Kaufman Dosick, MSW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang anak Indigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Indigo dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah “warna biru tua yang diperoleh dari tumbuhan nila atau tarum”. Anak Indigo istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang  paranormal bernama Nancy Ann Tappe dalam bukunya yang berjudul Understanding your life through color. Disebut olehnya sebagai indigo karena warna yang ada di sekitar anak-anak itu adalah warna indigo atau warna biru tua, yang dimaksud dengan warna yang ada disekitar anak-anak itu adalah warna kehidupan atau lebih dikenal dengan warna Aura, cahaya yang dipancarkan oleh manusia. Ya, anak-anak Indigo adalah mereka yang hidup dengan warna aura yang berwarna biru tua (indigo).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa bedanya mereka dengan anak-anak lain? Mungkin pertanyaan itu juga yang mengakibatkan banyaknya terjadi spekulasi tentang fenomena kemunculan anak-anak ajaib ini, secara kasar perbedaan mereka dari anak-anak yang lahir sebelumnya adalah mereka terlahir dengan seperangkat atribut psikologis yang berbeda dan belum pernah terdokumentasikan sebelumnya. Secara fisik anak indigo memang sama dengan anak-anak lainnya, tapi mereka memiliki batin yang tua (old soul), sehingga mereka sering kali menunjukan suatu jiwa orang yang lebih dewasa dibandingkan dengan jiwa konservatif yang biasa muncul didalam anak seusianya pada umumnya. Ditambah mereka juga terkadang memiliki kemampuan intuisi yang sangat mengagumkan, dan yang lebih jelas adalah mereka biasanya memiliki IQ yang berada pada tingkat diatas rata-rata. Tak ada penemuan yang jelas yang dapat menentukan kapan tepatnya untuk pertama kali anak indigo terlahir, tapi sebagian ilmuwan berpendapat pada akhir tahun 1970-an merupakan tahun kelahiran mereka yang pertama. Jumlah mereka dari tahun-ke-tahun semakin banyak dan hingga kini sampai pada angka 80%. Pada awal kemunculannya para anak indigo lebih dianggap sebagai penderita suatu kelainan atau penyakit, mereka sering di cap sebagai pengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder = gangguan hiperaktif kekurangan perhatian) atau ADD (Attention Deficit Disorder = gangguan kekurangan perhatian) juga Autis, sehingga mereka sering diusahakan agar sembuh dari suatu penyakit yang sebenarnya bukan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lee carroll &amp;amp; Jan tobber dalam bukunya The Indigo Children mengemukakan 10 ciri umum dari anak Indigo, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mereka memasuki dunia dengan perasaan keningratan (dan sering kali bertindak seperti itu)&lt;br /&gt;2. mereka memiliki perasaan “pantas berada di sini”, dan terkejut jika orang lain tidak berpandangan seperti itu&lt;br /&gt;3. harga diri bukanlah persoalan besar. Mereka sering memberitahu orang tua mereka tentang “siapa diri mereka”&lt;br /&gt;4. mereka memiliki kesulitan dengan otoritas absolut (otoritas tanpa penjelasan atau pilihan)&lt;br /&gt;5. mereka benar-benar tidak akan melakukan hal-hal tertentu; sebagai contoh, menunggu di antrean sangat sulit bagi mereka.&lt;br /&gt;6. mereka merasa frustasi dengan sistem yang berorientasi pada ritual dan tidak memerlukan pemikiran kreatif.&lt;br /&gt;7. mereka sering melihat cara-cara yang lebih baik dalam melakukan segala sesuatu, baik di dalam rumah maupun di sekolah, yang membuat mereka tampak seperti “perusak sistem”, tidak patuh pada sistem apapun.&lt;br /&gt;8. mereka tampak antisosial kecuali jika mereka bersama dengan orang-orang yang sejenis dengan mereka. Jika tidak ada orang lain yang memiliki kesadaran yang sama disekitar mereka, mereka sering berpaling kedalam diri, merasa seperti tidak ada orang lain yang memahami mereka. Sekolah sering kali menjadi luar biasa sulit bagi mereka secara sosial.&lt;br /&gt;9. mereka tidak akan bereaksi terhadap disiplin “rasa bersalah”&lt;br /&gt;10. mereka tidak malu memberitahu anda tentang apa yang mereka butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini fenomena anak Indigo terlihat lebih menyita dunia spiritual yang berujung pada magis atau para-psikologi dalam setiap pembahasannya, memang sepertinya terlihat aneh dan cukup mengherankan karena hal ini adalah suatu bentuk dari evolusi manusia yang paling mutakhir. Tak disangka sebelumnya kalau bentuk dari evolusi itu akhirnya dapat dirasakan dengan jelas pada masa sekarang ini, jelas sekali banyak pihak yang terkaget-kaget dan juga ada yang menyangkal, namun tetap saja evolusi itu terjadi dan tidak dapat dibendung. Coba katakan jika ada anggapan kalau para Indigo adalah para anak setan yang harus dimusnahkan dan haruskah kita menghabiskan seluruh generasi yang baru itu dengan melakukan genocide atau pemusnahan massa? Atau mungkin juga ada anggapan kalau para indigo merupakan para malaikat yang terlahir sebagai manusia, yah kalau memang begitu adanya pasti akan tercipta suatu kehidupan yang sangat baik di masa yang akan datang. Ada juga yang melihat bahwa para anak indigo merupakan suatu reinkarnasi dari orang-orang terdahulu, bukan hanya dari jiwa orang yang telah meninggal dunia di bumi tapi juga dari jiwa makhluk yang lain dari dimensi lain, biarlah pandangan itu diyakini oleh mereka yang meyakini, yang jelas mereka (para indigo) akan segera menguasai seluruh muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis membuat makalah ini hanya untuk memberikan pandangannya dalam  menanggapi fenomena kelahiran anak-anak baru ini, yang menurut keterangan 2 buah buku yang memang membahas tentang anak indigo [The Indigo children (Lee carroll &amp;amp; Jan tobber) &amp;amp; 17 emosi negatif anak indigo – terapi mental dan perilaku ( Wayne Dosick Ph.D &amp;amp; Ellen Kaufman Dosick, MSW)] menyimpulkan bahwa pada saat sekarang ini tingkat kelahiran 80% merupakan kelahiran dari anak-anak indigo. Jumlah ini memungkinkan bahwa seluruh manusia pada beberapa tahun yang akan datang akan di dominasi oleh para indigo. Sekali lagi dikatakan bahwa kemunculan mereka tidak dapat di hentikan sama sekali. Fenomena itu akan tidak menjadi sesuatu yang luar biasa karena memang telah menjadi suatu standar baru dalam manusia. Suatu generasi yang telah disiapkan untuk menghadapi masa depan dengan segala macam tantangannya, mereka terlahir melewati batas budaya, ras, agama, kelompok, etnis dan segala macam batasan yang diciptakan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran mereka di atas bumi Indonesia tidaklah sebegitu menggemparkan seperti di dunia barat (bahkan lebih dianggap “meng-ada-ada”). Walaupun banyak kalangan akademisi yang mengakui hal tersebut. Mungkin karena masyarakat indonesia yang masih tertutup matanya terhadap berbagai hal yang terjadi di dalam dunia ini, adanya keterbatasan akses untuk mendapatkan informasi oleh masyarakat masih saja menjadi masalah utama yang dialami oleh bangsa ini, belum lagi kendala bahasa dimana literatur tentang penelitian Anak Indigo kebanyakan ditulis dalam bahasa asing, ditambahkan dengan masyarakat yang bersikap tidak mau tahu telah “melengkapkan ketidak-tahuannya”. serta juga tingkat pendidikan masyarakatnya, dengan tingkat pendidikan yang masih rendah dan tidak ter-urus, disebabkan oleh pihak penyelenggara negara yang masih memiliki begitu banyak problema yang lebih penting dari pada menangani masalah anak-anak baru ini, atau mungkin mereka tidak perduli tapi yang mungkin lebih tepat adalah mereka tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan masalah negara, rakyat kecil hanya menjadi korban dalam hal itu. Mari kembali ke awal permasalahan yaitu anak-anak baru yang disebut dengan indigo ini. Penulis dalam hal makalah ini membatasi pembahasan kedalam bagaimana penanganan dan menyikapi atas kemunculan anak-anak baru ini, semoga makalah yang masih banyak kurang dan memerlukan banyak kritikan ini dapat berguna dalam pembahasan masalah anak-anak baru ini. Pihak yang ditujukan adalah pihak guru, orang tua dan lingkungan secara khusus dan dan masyarakat yang luas secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan Anak Indigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang “aneh”, mungkin kata itu yang sering terucap untuk menggambarkan seorang anak indigo. Sebagian ada yang mengatakan kalau para indigo memiliki kemampuan meramal masa depan yang akurat, sebagian ada yang melaporkan kalau para indigo dapat melihat makhluk-makhluk kasat mata, yang lain mengatakan anak-anak baru ini berasal dari dimensi yang berbeda, ada lagi yang bilang kalau mereka merupakan anak-anak surga, pernah terdengar juga kalau mereka merupakan cikal bakal Dajjal (penjahat yang muncul di akhir jaman). Notradamus seorang peramal asal eropa, dalam ramalannya mengatakan kalau bumi akan dikuasai oleh manusia berserban biru (sebagian orang kini mengartikan kalau itu adalah para indigo), ada yang membuktikan kalau para indigo terlahir dengan kemampuan ESP (extra-sensory perception) yang kuat, ada yang yakin mereka adalah reinkarnasi dari para orang hebat dimasa lalu, ada juga yang beranggapan kalau para indigo adalah anak-anak yang terlahir dengan misi messianic (misi penyelamatan dunia), di Indonesia berdasarkan stigma yang beredar di masyarakat ada yang percaya kalau anak-anak ini “ada yang nempel” (setan, jin, makhluk halus, genderuwo, mak lampir, leak, iblis, kuntilanak, sundal-bolong, Dll) sehingga sering di bawa ke ahli nujum atau ke orang yang dianggap kuat ilmu spritualnya untuk dihilangkan sesuatu yang nempel-nya itu. Dan itulah sebagian kecil dari sangkaan-sangkaan dan kenyataan yang terjadi pada para anak indigo, tapi bagi penulis yang paling masuk akal adalah mereka muncul sebagai bentuk dari kebesaran yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan yang paling populer adalah mereka merupakan anak-anak yang menderita suatu penyakit dan harus disembuhkan. Baik di Amerika yang merupakan negara pencetus konsep indigo, maupun di seluruh dunia, para indigo sering disebut sebagai penderita ADD atau ADHD, karena mereka cenderung menunjukan gejala tersebut, tapi harus diingat kalau tidak semua anak indigo menderita ADD atau ADHD, begitu pula sebaliknya, setiap penderita ADD atau ADHD belum tentu seorang indigo. Indigo disangka sebagai penyakit karena sebelumnya hal tersebut belum pernah di dokumentasikan oleh masyarakat, lalu pada diri mereka muncul suatu perilaku yang sangat lain dari perilaku yang biasa ditunjukan oleh para anak yang terlahir sebelumnya, sehingga karena memiliki perbedaan maka disebut sebagai suatu yang tidak normal, mengalami gangguan dan sakit. Banyak terjadi kasus yang merupakan salah diagnosis dan juga menghasilkan suatu cara penyembuhan berbahaya yang dilakukan terhadap sesuatu yang sebenarnya bukan penyakit, berusaha menghilangkan sesuatu yang bukan merupakan penyakit dan mungkin juga itu merupakan suatu perangkat yang penting dalam diri seorang anak dapat mengakibatkan suatu kerusakan yang cukup membahayakan pada anak tersebut, alih-alih menyembuhkan malah celaka yang didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan sangat istimewa memang banyak ditemukan di dalam diri anak indigo dan kemampuan itu terkadang menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi mereka, sering juga kemampuan itu tidak muncul ketika akan digunakan dalam kesengajaan. Kemampuan intuisi yang sangat tinggi jelas mereka miliki banyak laporan yang menyebutkan bahwa mereka melihat dunia melalui  suatu paradigma dan kaca mata yang baru. Dalam hal  spiritualitas mereka sangat dalam, sehingga memiliki kemampuan intrapersonal yang berbeda, dan merupakan suatu tingkat kesadaran diri yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang mengaitkan para anak indigo dengan sesuatu yang bersifat irasional dan cenderung mistis  di indonesia sudah menjadi suatu stigma yang berlaku, karena memang terkait dengan kebudayaan masyarakat Indonesia itu sendiri, sebagian besar masih memiliki kebudayaan mistis yang kental. Dalam kelahirannya di negeri Indonesia masih banyak juga yang tidak perduli dengan fenomena ini dan juga banyak yang tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak-anak Indigo yang tidak dapat menyalurkan keberbakatannya, banyak hal ini terjadi akibat dari pola asuh orang tua yang melihat keberadaan mereka sebagai sesuatu yang aneh dan menjurus pada penyakit, sehingga sering pada awal kemunculan mereka dikatakan sebagai anak yang aneh, anak yang tidak wajar dan sangat mengganggu keberadaannya. Juga karena keaktifannya mereka di cap sebagai anak yang tidak mau patuh dan juga anak yang bandel. Selalu merasa tertekan dan tidak merasa nyaman dengan keadaan dunianya, belum lagi penolakan yang terjadi secara terang-terangan terhadap mereka menyebabkan banyak tekanan yang mereka terima dalam awal masa kehidupannya, hal itu sangat berbahaya untuk keadaan mentalnya di hari depan jika tidak dengan segera ditangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah sering kali menjadi sebuah tempat yang menyulitkan bagi mereka, mulai dari pergaulan dan juga peraturan-peraturannya, sebagian dari mereka bisa melewatinya dengan langgeng dan sebagian lagi ada yang melewatinya dengan penuh permasalahan bahkan keluar dari sekolah, sekolah bagaimanapun juga merupakan suatu sarana yang sangat penting bagi mereka untuk dapat memperoleh pelajaran dan pendidikan. Pola pendidikan yang tidak menyesuaikan perubahan generasi yang terjadi menjadi salah satu kendala, kurikulum yang itu-itu saja (walau selalu diperbaharui tapi tetap tidak berkembang), gaya mendidik dari guru-guru juga merupakan masalah dalam menangani para anak Indigo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan yang tidak wajar juga sering mereka terima dari lingkungannya, mulai dari rumah, sekolah dan masyarakat. Ada yang memperlakukan mereka seperti sesuatu yang sangat luar biasa dan menakjubkan dan ada juga yang memandang mereka terlalu rendah seperti orang sakit dan harus dihindari. Perlakuan yang tidak wajar ini akan membentuk suatu individu dengan pribadi yang juga tidak wajar, Hal ini perlu diperhatikan terutama bagi para orang tua dan para pendidik. Terlalu cepatnya para orang tua dalam mengambil kesimpulan seorang anak mengalami kelainan dan juga ketidak sabaran orang tua dalam mendidik anaknya akan menimbulkan “ketidak beresan” bagi anak Indigo. Di jadikan bahan tontonan bagi orang lain, di cap sebagai anak aneh, di juluki orang gila, ditanyai nomor buntut, ditanya tentang peruntungan dan jodoh, hingga pendewaan berlebihan bagi mereka juga sering terjadi. Di bawa ke psikiater yang tidak mengerti tentang fenomena anak Indigo sehingga ditangani dengan salah, mungkin kata sang psikiater anak tersebut mengalami kerusakan neurotransmiter, atau tidak seimbangnya antara hemisfer kiri dan hemisfer kanan, dan amigdala yang terlalu aktif, sehingga oleh si psikiater diberikan terapi obat dengan valium, prozac atau Xanax. Dan jadilah anak indigo itu sakit akibat tuduhan dan pengobatan yang meracuni dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini masih jarang sekali kajian-kajian tentang anak Indigo di Indonesia, keberadaannya saja masih dipertanyakan oleh para praktisi padahal keberadaannya sudah jelas di depan mata. Tidak berfungsinya peraturan terhadap perlindungan anak dan juga perilaku budaya dalam masyarakat yang masih sangat kolot tidak membantu sama sekali terhadap permasalahan anak Indigo.  Masyarakat yang tidak perduli, negara yang tidak perduli dan keterbatasan tenaga, modal dan kesempatan dalam pelaksanaan penelitian merupakan faktor penghambat dalam penanganan fenomena anak Indigo di Indonesia. Padahal mereka merupakan aset yang berharga jika di arahkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi fenomena Indigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang anak Indigo di Indonesia ada satu nama yang sering tersebut, Orang ini adalah seseorang yang di indikasi sebagai Indigo, Umurnya sudah dewasa sekitar 23 tahun, dia adalah Vincent Liong, beberapa kali pernah dibahas oleh beberapa media massa baik cetak (kompas, 27 juni 2004 – liputan6.com 25 juli 2004) maupun elektornik (Kick Andy-metroTV dan Fenomena-TransTV)  dalam pembahasan mengenai fenomena Indigo. Dia (Vincent) yang memiliki IQ antara 125 sampai 130 ini memiliki banyak prestasi dalam menulis, salah satu bukunya yang berjudul berteduh dibawah payung telah beredar sejak beberapa tahun lalu dan diterbitkan oleh penerbit terkemuka, walau menulisnya dalam umur yang masih muda tapi tulisannya sangat dikagumi oleh banyak kalangan. Selain itu tulisannya juga pernah dimuat di halaman pembuka dari buku seorang legenda sastra Indonesia yang tidak lain adalah Pramoedya Ananta Toer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Ia sedang menekuni suatu Ilmu baru yang merupakan ciptaannya sendiri yaitu Dekon-kompatiologi, yang di klaim sebagai alat penyembuh bagi orang yang memiliki permasalahan atau lebih tepat jika dikatakan sebagai suatu bentuk metode terapi baru ciptaannya sendiri. Kelebihan Vincent adalah dari cara pandangnya yang sangat tidak terduga sebelumnya, juga gaya berfilosofi-nya yang sangat mengagumkan. Dan hingga kini Ia masih melanjutkan studi pribadinya yang berhubungan dengan filsafat, psikologi dan spiritual. Didukung oleh orang tua, teman dan para ahli yang membantunya, manjadikannya semakin mulus berjalan di jalannya.&lt;br /&gt;Kisah tadi adalah kisah dari salah satu manusia berciri Indigo yang beruntung memiliki kesempatan untuk “membumikan ilmu langit-nya”, sedangkan tidak banyak dari anak Indigo di Indonesia yang memiliki kesempatan dan dorongan dari orang-orang di sekitarnya untuk mengembangkan keberbakatannya seperti yang dimiliki oleh Vincent Liong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat jumlahnya yang kini kian mendominasi anak-anak maka pihak dari orang tua dan sekolah merupakan salah satu penentu dari baik atau buruknya perkembangan yang akan dialami para anak Indigo, pendidikan dan memberikan contoh yang baik dirumah merupakan tanggung jawab dari para orang tua, pemberian kasih sayang yang tulus akan membuat mereka merasa nyaman dalam lingkungan rumah. Dengan kepercayaan yang ditimbulkan oleh cinta tulus dari orang tua kepada anak, dapat sangat berguna menumbuhkan ketentraman dan rasa aman dalam diri seorang anak, sehingga si anak tidak perlu merasa cemas yang berlebihan dikarenakan banyaknya pertanyaan yang mereka miliki tentang dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang mereka sebagai sesuatu yang aneh adalah suatu yang merugikan diri anak, walau dalam kenyataannya ada juga perilaku mereka yang sangat tidak wajar, tapi pada dasarnya penerimaan para orang tua dengan melihatnya sebagai sesuatu yang wajar dapat meredam rasa tertekan yang biasa mereka terima. Dukunglah kreatifitas mereka walau ada kecenderungan bagi mereka untuk berubah-ubah dalam bidang yang ditekuninya, namun semua itu merupakan suatu proses pemilihan bagi mereka dalam menemukan tempatnya yang paling sesuai. Dra.Sawitri Supardi Sadardjoen (dalam Gatra, edisi:21, Jum’at 2 April 2004) menyarankan kepada orang tua untuk “menormalkan” anak-anak berdaya linuwih ini. Ia menyarankan agar “menumpulkan” kemampuan si anak. Caranya dengan memberi pengertian bahwa apa yang di ketahui oleh si anak itu semata-mata hanya faktor “kebetulan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetaraan dari orang-orang di sekitarnya sangat mereka butuhkan, sikap mengecilkan mereka akan tidak membantu dalam mendidik mereka, baik dalam rumah maupun sekolah rasa kesetaraan antara orang tua dan anak atau pengajar dengan yang diajar sangat dibutuhkan sehingga mereka bisa merasa aman ketika mencoba untuk mengeluarkan dan mengembangkan keahlian juga kemampuan yang mereka miliki. Doronglah terus kekreatifan anak secara terarah dan tidak menekan, di bumbui dengan disiplin yang mantap dari orang–orang di sekitarnya juga disertai cinta kasih yang tulus, niscaya akan menjadikan mereka sebagai individu yang unggul. Dan yang terakhir adalah jadikan mereka sebagai mitra dalam membesarkan mereka, biarkan mereka mengungkapkan apa keinginan mereka kepada orang tua dan para orang tua diharap bisa menjadi pihak yang pertama kali mengerti tentang mereka bukan sebagai pihak penolak utama dari keberadaan mereka di dalam dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini yang berjudul “80% anak-anak yang terlahir sekarang adalah indigo”  saya menulis tentang kenyataan yang tengah terjadi di luar sana, sampai tulisan ini tertulis jumlah para Indigo yang terlahir semakin banyak, dan mereka sekali lagi akan mendominasi muka bumi. Tak ada yang bisa menahannya dan ini merupakan bentuk dari evolusi manusia. Mereka ada dan sebagian dari kita adalah mereka, terus bertambah hingga sebagian besar dari kita adalah mereka, masalah tentang fenomena Indigo menjadi gempar hanya pada awal kemunculannya saja dan setelah seperti sekarang ini semua itu hanya menjadi sesuatu yang hanya biasa-biasa saja. Sekolah khusus untuk anak Indigo di amerika sudah sangat banyak bertebaran dan jumlah sekolah itu juga akan semakin banyak dari waktu-ke-waktu mengingat para Indigo kini semakin banyak juga jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang terlahir paling cepat sebagai Indigo mungkin kini sudah merasa biasa-biasa saja dengan keadaan mereka yang cenderung berbeda dengan orang-orang lainnya, tak ada lagi keistimewaan yang mereka rasakan dan cenderung biasa-biasa saja. Karena ternyata Indigo juga bukanlah sebuah fenomena terakhir, laporan paling kini menyebutkan kalau telah lahir manusia yang disebut sebagai Crystal Children, yaitu mereka yang terlahir dengan warna aura bening dengan kesadaran yang lebih baru lagi. Kemunculan mereka juga tidak bisa ditahan dan terus saja terlahir hingga menguasai seluruh muka bumi, mendominasi jumlah manusia, dan menjadi generasi penerus bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada benarnya bagi yang mengatakan kalau fenomena Indigo hanyalah sesuatu yang terlalu di besar-besarkan, jika seorang anak di indikasikan sebagai seorang Indigo, lalu kenapa? Hanya sebatas itukah?, “apa yang bisa mereka lakukan?” mungkin itulah yang lebih penting, apa yang bisa mereka lakukan untuk kesejahteraan lingkungan mereka, apa yang mereka sumbangkan dari “ilmu langit” mereka yang dibumikan, bukan hanya sekedar “Indigo” dan selesai. Para anak yang terlahir adalah generasi penerus dari keberadaan manusia di atas muka bumi ini, meneruskan peradaban hingga batas waktu yang telah ditentukan, sampai mereka pada akhirnya digantikan oleh generasi yang lebih baru lagi. Namun, Semua keadaan ini bagi penulis tetaplah sebuah tanda yang nyata dari kebesaran yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-666790943448933402?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/666790943448933402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=666790943448933402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/666790943448933402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/666790943448933402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2008/08/80-anak-anak-yang-terlahir-sekarang.html' title='80% Anak-Anak yang Terlahir Sekarang Adalah Indigo*'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-1734360996040425747</id><published>2008-08-20T01:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T18:27:56.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikopatologi'/><title type='text'>Psikopat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika anda mendengar kata Psikopat, maka apakah yang terlintas di dalam benak anda? Jika yang terlintas dalam benak anda adalah sosok pembunuh berdarah dingin maka cepat-cepatlah buang pemikiran itu jauh-jauh sekarang, mungkin ada benarnya namun ternyata semua psikopat belumlah tentu seorang pembunuh. Psikopat secara ilmu psikologi adalah bentuk kelainan dan juga gangguan yang terjadi dalam suatu kepribadian mereka bertendensi narsistis dan juga antisosial. Dalam diri seorang psikopat tidak pernah mengakui bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, memiliki kepercayaan diri berlebihan sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa salah atau menyesal akan setiap tindakannya karena memiliki “rasionalisasi pembenaran” terhadapnya, dengan kata lain apa saja yang mereka lakukan maka pasti ada saja pembenarannya, namun bagi orang-orang yang berada di sekitarnya sangat merasakan dampak dari keberadaan mereka yang cenderung merugikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Korban-korban dari kegiatan mereka yang merugikan itu bukanlah orang yang cenderung bodoh, dalam buku Hare, without conscience (seorang yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk studi tentang psikopat) menyebutkan bahwa dirinya sendiri yang merupakan seorang psikolog pernah menjadi korban dari “teror” seorang psikopat saat dirinya sedang bertugas kerja di penjara, hal tersebut dilakukan oleh napi yang menjadi pasiennya di penjara. Dari hal tersebut maka dapat diketahui bahwa kemampuan mereka dalam memanipulasi cenderung rapih dan sulit untuk terdeteksi. Memang ada banyak psikopat yang sudah ditangkap dengan berbagai macam kasus mulai dari pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, kekerasan, dan banyak lagi lainnya bentuk kekejian mereka, namun diluar sana ternyata  80% psikopat masih beredar bebas dan hidup disekitar kita (sumber Robert Hare). Bukannya menakut-nakuti, tapi memang benar begitu adanya. Yang menjadi masalah saat ini adalah semakin meningkatnya kasus kejahatan yang dilakukan oleh psikopat, hal ini menandakan bahwa dengan semakin bertambahnya penduduk bumi maka semakin banyak jumlah mereka karena ternyata dari hasil penelitian 1% dari total manusia dimuka bumi adalah psikopat. Dan menurut penulis angka 1% itu kini telah terlampaui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyebalkan dari mereka itu adalah kerapihan mereka dalam menutupi kebusukkan diri mereka, contoh kasus yang baru-baru ini terjadi adalah tentang Ryan sang pembantai atau Mungkin kasus yang lebih dulu terjadi M. Gribaldy H. Yani, Ryan dalam kehidupan sehari-harinya terkenal alim, seorang guru mengaji, introvert, ramah, ditambah punya wajah yang tidak bersalah. Sedangkan Gribaldy adalah seorang polisi, tegas dan profesional. Yang jelas tidak ada yang salah dari penampakkan mereka sehari-hari dalam lingkungan bermasyarakat, Tapi, dengan berjalannya waktu terbongkar semua kebusukkan mereka dengan penemuan mayat di bawah lantai rumah mereka atau disekitar kediaman mereka, orang-orang yang mereka bunuh dengan sadis, ada yang dibakar, dimutilasi, disembelih, dianiaya, yah dizalimi-lah. betapa menyebalkan bukan????. Para psikopat itu memang tidak disangka dan juga tidak diduga dalam bertindak, berbeda dengan jenis penyakit kejiwaan seperti skizofrenia yang cenderung terlihat dengan jelas ciri-cirinya pada seseorang, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami waham, halusinasi, atau secara kasarnya seperti orang yang bermimpi dalam keadaan sadar, mungkin untuk sekali lihat orang awam juga mengerti bahwa ada yang tidak beres dalam pribadi yang menderita skizofrenia. Tapi malah mereka yang dikucilkan oleh masyarakat sebagai orang yang disebut gila dan membawa penyakit padahal belum tentu keberadaan mereka merugikan keadaan lingkungan masyarakat disekitarnya (atau mungkin masyarakat tidak suka hanya karena mereka tidak enak untuk dilihat), hanya saja karena para psikopat itu terlihat rapih dan normal sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat hingga dilapisan tingkat sosial yang paling tinggi seperti menduduki suatu jabatan penting dalam pemerintahan (contoh koruptor yang menyengsarakan rakyat). Padahal mereka itulah yang sakit sebenar-benarnya sakit, tapi mungkin karena tidak terlihat kebusukkannya mereka bisa lolos dan hidup damai sauntosa disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan terbaru (Tempo Interaktif 7-8-2008) menyebutkan psikopat disebabkan oleh masalah psikososial dan biologis. Dalam artikel tersebut seorang psikiater, Limas Sutanto, mengatakan “psikopat merupakan gejala seseorang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial. Hal ini ditandai dengan adanya keengganan untuk menaati norma-norma sosial umum yang biasanya ditaati orang dewasa ditengah kehidupan sehari-hari. Penyebab gangguan ada dua yaitu psikososial dan biologis. Psikososial biasanya rasa takut seseorang untuk menjalin hubungan yang dekat dengan sesama manusia, dikarenakan perkembangan sosial, yang berakibat mereka merasa cemas, takut dan khawatir secara berelebihan. Sedangkan dari segi biologis biasanya terjadi karena adanya perubahan pada psikis kimiawi tubuh yang disebabkan oleh ketakutan, rasa cemas, frustasi, pada seseorang. Rasa cemas itu muncul karenanya ada kegagalan dalam struktur kepibadian yang bernama super-ego”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari artikel yang tertulis diatas maka dapat diketahui bahwa kemunculan para psikopat ini juga dipengaruhi oleh lingkungan tidak sehat tempat para calon psikopat itu hidup, ditambah dengan faktor biologis yang merupakan cenderung bawaan yang semakin menemukan ketepatannya dalam merubah suatu pribadi kedalam mode psikopat yang merugikan. Namun pendapat ini kurang disetujui oleh Robert Hare, beliua mengatakan bahwa penyebab dari kemunculan psikopat masih belum bisa diprediksi secara pasti apakah hal tersebut merupakan pengaruh dari faktor eksternal (kehidupan sosial, lingkungan) ataukah faktor internal (genetik, kerusakan fungsi otak), mungkin juga campuran dari keduanya yang saling bahu-membahu dalam menumbuh-kembangkan penyakit kepribadian itu pada diri individu. Ternyata penyebabnya masih tanda tanya besar dimata ahli yang satu ini, namun kini sudah banyak yang menyetujui (dengan pengamatan yang mendalam tentunya) bahwa faktor eksternal dan internal saling mempengaruhi dalam menjadi penyebab munculnya pribadi psikopat. Kalau dipikirkan pun masuk akal, karena sesungguhnya ciri-ciri psikopat itu sendiri dapat ditemukan pada setiap pribadi, namun yang membuatnya menjadi sesuatu yang menyeramkan adalah putusnya antara super-ego dengan id yang berada didalam kepribadian individu, menyebabkan dirinya menjadi (ego) seperti gelap mata dan bersikap bagaikan monster Masalah super-ego ini pengembangan dari apa yang telah disampaikan oleh Limas Sutanto dalam artikel diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seseorang bisa saja khilaf dan setelah itu insyaf, menyadari kesalahannya dan menyesal, namun tampaknya didalam diri seorang psikopat selalu ditemui khilaf saja tanpa pernah insyaf, ini yang menjadi pertanyaan, mereka selalu saja kambuh untuk melakukan kesalahan yang sama dan diulang-ulang tanpa pernah belajar dari apa yang pernah mereka alami, sebagai contoh kebanyakan dari para residivis kambuhan merupakan individu dengan kepribadian psikopat karena mereka tidak pernah kapok keluar-masuk penjara. Hal tersebutlah yang menjadikan mereka sebagai penebar masalah yang utama, mereka memiliki “rasionalisasi kebenaran” dalam setiap tindakannya dan setiap orang yang menjadi korbannya cenderung memaafkan kesalahan mereka bahkan lebih hebat lagi para psikopat mampu membuat para korbannya merasa bersalah karena kesalahan yang dilakukan oleh psikopat itu sendiri. Jelas mereka itu manipulatif sekali serta penuh dengan pesona. Bayangkan jika anda disakiti oleh seseorang namun orang yang menyakiti diri anda itu mengatakan dan meyakinkan diri anda hingga yakin, bahwa apa yang mereka perbuat pada diri anda itu merupakan hasil dari kesalahan diri anda sendiri dan anda meyakininya dan anda hanya bisa menyalahkan diri anda sendiri. Mereka kurang senang untuk langsung membunuh anda tapi apa yang mereka lakukan cenderung membunuh mental, mengeksploitasi pikiran anda dan menghancurkan kepercayaan diri anda, seperti itulah cara kerja mereka. Coba bayangkan makhluk seperti apa yang bisa melakukan hal seperti itu????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mereka adalah pribadi tanpa nurani, pribadi yang hanya mementingkan diri sendiri dan siap menjadikan setiap orang sebagai korban dari pencapaian tujuannya, tidak punya belas kasih buta secara emosi dan mengandalkan pikiran murni. Seperti manusia yang didalam dirinya telah berhasil mematikan superego, mengeksploitasi super-ego(moral) itu sendiri dibawah id(kepuasan) dan menjadikannya sebagai id-itu sendiri. Mereka cacat secara moral dan cacat karena tidak memiliki mata hati. Pribadi yang sudah rusak dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berikut beberapa ciri dari psikopat yang merupakan gabungan dari beberapa artikel dan juga buku Without Conscience :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Impulsif dan sulit mengendalikan diri.&lt;br /&gt;Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli dengan apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan ayang akan dia raih. Pengidap psikopati juga mudah terpicu amarahnya karena hal-hal yang kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sering berbohong, fasih dan dangkal.&lt;br /&gt;Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar berbicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan dibidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta dan orang-orang tertipu karena percaya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manipulatif dan curang.&lt;br /&gt;Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.&lt;br /&gt;Seorang psikopat seringkali dengan kepercayaan diri yang terlalu tinggi meyakinkan kita tentang kehebatan dan kemampuan  mereka. Berdusta tentang apa yang mereka ketahui, melalui bualan mulut besarnya yang manis merayu dan mempengaruhi orang-orang yang menjadi korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak punya rasa sesal, rasa berdosa dan rasa bersalah.&lt;br /&gt;Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. Bahkan dia akan menyatakan bahwa ia melakukan semua kesalahan itu dikarenakan sesuatu alasan yang menunjukkan bahwa dirinya berada pada posisi sebagai korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.&lt;br /&gt;Walau tidak semua psikopat dilaporkan memiliki prilaku bermasalah dari saat masa kanak-kanaknya namun dalam penelitian yang ada ternyata para psikopat cenderung merupakan anak-anak yang suka menyiksa binatang dimasa kecilnya, dan juga suka berbohong untuk mendapatkan apa yang dia inginkan selain mencuri dan berkelahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kurang empati.&lt;br /&gt;Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. Dalam diri seorang psikopat seperti manusia yang buta warna sedang mengendarakan mobil dijalan dan kemudian bertemu dengan lampu merah, mungkin ia mampu mengetahui dimana letak lampu hijau, kuning atau merahnya walaupun ia tidak megetahui apa warnanya. Letak lampu untuk mewakili pikiran dan warna lampu mewakili emosi, dengan kata lain mereka adalah para pribadi yang tidak mampu merasakan penderitaan orang lain yang menjadi korbannya. Dan mereka tidak bisa mencerna nada emosi dalam suatu pembicaraan, sehingga setiap kata apa yang mereka dengar selalu serupa dengan artian kamus yang dangkal. Ciri ini merupakan ciri yang paling khas dalam diri seorang psikopat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.&lt;br /&gt;Para psikopat cenderung bertindak menyerang, mereka seperti sudha kehilangan rasatkut pada dirinya sehingga siapa saja atau apa saja yang mereka tidak sukai akan mereka tantang untuk berkelahi tanpa mengenal tempat dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.&lt;br /&gt;Dalam banyak hal psikopat tidak memiliki tanggung jawab, seperti dalam berkeluarga seorang psikopat seringkali menelantarkan pasangan hidupnya, mereka tidak mampu menjadi panutan bagi anak-anaknya. menurut laporan seorang laki-laki psikopat menikah hanya untuk kesenangan belaka tanpa mau menafkahi ataupun menghidupi anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban.&lt;br /&gt;Seperti yang telah disebutkan diatas seorang psikopat tidaklah dapat dijadikan teman hidup yang baik untuk seuatu bentuk kehidupan perkawinan, kebiasaan mereka yang tidak bias diatur merupakan kendala yang hanya membawa kesengsaraan bagi pasangan hidupnya, dan pasangannya ini merupakan korban dari perilaku psikopat pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri.&lt;br /&gt;Jika melakukan kesalahan para psikopat ini cenderung mencari kambing hitam atau menyalahkan keadaan, membuat yakin bahwa mereka mengambil untuk bertindak salah atas dasar paksaan dan bukan dari apa yang sebenarnya mereka inginkan. Tetap mereka adalah manipulator ulun gdalam bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.&lt;br /&gt;Mereka cenderung malas bekerja dan memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik itu dengan cara menipu ataupun dengan cara memperdaya korban-korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Sikap antisosial di usia dewasa.&lt;br /&gt;Pada usia dewasa akibat perilaklu antisosialnya menyebabkan mereka masuk kedalam penjara atau berurusan dengan pihak berwajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Persuasif dan memesona di permukaan.&lt;br /&gt;Senjata utama psikopat kebanyakan adalah penampilan dan gaya bicara yang memikat serta meyakinkan, sebagian orang percaya kalau mereka memiliki daya tarik mistis (charming), namun hal tersebut merupakan suatu bentuk dari kepercayaan diri mereka yang cenderung sangat-sangat berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Butuh stimulasi atau gampang bosan.&lt;br /&gt;Mereka cenderung senang dengan hal-hal yang baru tanpa pernah menyelesaikan dengan baik hal-hal sebelumnya, merasa bosan dengan pekerjaannya lalu pergi untuk mencari yang lain, karena hal ini juga mereka jarang ada dirumah dan selalu berkeliaran diluar. Bukan suatu ciri yang hanya dimiliki oleh psikopat namun hal ini merupakan salah satu hal yang memperkuat nilai ke-psikopat-an seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Emosi dangkal.&lt;br /&gt;Emosi yang dangkal, mereka tidak mampu merasakan perasaan orang lain, sehingga tidak ada empati yang mereka miliki terhadap para korbannya, dengan begitu mereka bisa melakukan sesadis apapun para korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Buruknya pengendalian perilaku.&lt;br /&gt;Seperti halnya seseorang yang sudah kehilangan rasa takutnya, batas-batas moral yang berlaku didalam masyarakat tidak mampu menjadi bahan pertimbangan mereka atas bertindak, apa yang menjadi motif mereka hanyalah pemenuhan rasa haus mereka terhadap kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Longgarnya perilaku seksual&lt;br /&gt;Mereka (para psikopat) cenderung terlibat dalam kegiatan seks bebas dan juga sebagian mengalami penyimpangan orientasi seksual seperti homoseksual, biseksual, atau pedofilia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun)&lt;br /&gt;Pada masa kanak-kanak sebenarnya sudah dapat terlihat cikal-bakal dari seorang psikopat, dari masa ini seharusnya orang tua sudah mampu menanggulangi segala macam kekacauan perilaku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis.&lt;br /&gt;Kecenderungan psikopat adalah hidup untuk kepuasan hari ini, mereka tidak berorientasi pada masa depan dan juga tujuan hidup, apa yang mereka lakukan adalah hanya untuk kesenangan mereka semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Pernikahan jangka pendek yang berulang.&lt;br /&gt;Dalam hal pernikahan berhubung para psikopat ini tidak dapat dihandalkan dan juga tidak mampu bertanggungjawab maka perilaku kawin cerai sering terjadi dan ada kemungkinan untuk juga kembali kepada pasangan yang sama, hal ini mungkin dikarenakan para psikopat tidak mendapatkan korban baru untuk mereka jadikan induk semang dalam kegiatan menjadi parasitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Kenakalan remaja.&lt;br /&gt;Kenakalan remaja pada saat ini sudah berperilaku condong pada perilaku psikopati yang berkelompok, mereka mengadakan suatu kumpulan anak-anak berandalan yang kegiatannya cenderung bersifat antisosial dan juga merugikan diri mereka sendiri, pemakaian dan penjualan obat-obatan  terlarang dan meminum minuman keras merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Melanggar norma.&lt;br /&gt;Kalau masalah melanggar norma seperti yang sudah tertulis diatas mereka tidak memiliki batasan apapun dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Keragaman kriminal.&lt;br /&gt;Seringkali para psikopat melakukan berbagai macam tindakan kriminal yang mengakibatkan mereka bolak-balik berurusan dengan pihak yang berwajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ke 24 ciri yang tertulis diatas bukan berarti kita bisa dengan mudah menuduh seseorang yang ada di sekitar kita, namun hal yang cenderung menonjol pada pribadi psikopat adalah ketidak mampuan mereka untuk belajar dari pengalaman yang telah terjadi, mereka selalu merasa sudah cukup benar dengan dirinya sehingga apapun yang terjadi mereka tidak akan pernah bisa berubah, tidak adanya rasa menyesal dan tidak ada rasa insyaf dari apa yang pernah mereka perbuat. Melalui hal ini juga dapat diketahui bahwa seseorang psikopat cenderung sangat sulit untuk bisa disembuhkan bahkan ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa hal itu adalah mustahil untuk bisa dilakukan. Walaupun ada yang pernah memberikan terapi kelompok dalam menyelesaikan masalah ini namun ternyata hal tersebut dapat dikatakan sia-sia, bahkan membuat mereka menjadi semakin liar dikarenakan kini mereka mengetahui trik-trik baru dalam bersosial melalui terapi kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat cenderung memanipulasi anda dan mengeksploitasi anda dengan memanfaatkan kelemahan dalam diri anda, entah itu rasa percaya diri anda, harga diri anda, dan juga segala macam bentuk kelemahan yang terdapat dalam diri anda, mereka memanfaatkannya untuk bisa mengendalikan anda secara fisik dan mental, sehingga anda merasa hancur lebur dalam menjalani kehidupan anda tanpa anda sadari. Cara yang terbaik untuk menyikapi hal ini adalah dengan pengenalan diri yang baik pada diri anda, ketika anda mengetahui apa saja titik lemah yang ada dalam kepirbadian anda maka anda dapat mewaspadai setiap usaha mereka untuk mengambil keuntungan dari padanya. Mungkin mereka datang dengan berbagai macam cara yang telah mereka manipulasi dan palsukan namun jika anda lebih mengenal siapa diri anda Insya Allah mereka tidak mampu untuk menjahati diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka mungkin saja orang-orang yang berada di kehidupan anda atau mungkin itu adalah diri anda sendiri, atau juga yang menulis tulisan ini. Mengingat dari buku Hare, dalam terjemahan bahasa Indonesia seorang alih bahasanya mengatakan bahwa mereka (para psikopat) merupakan para pembenci dan pendengki, yang dalam Al-Quran disebutkan dalam ayat terakhir surat al-Falaq yaitu tertulis “ dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”(QS:113, ayat5). Yang menurutnya kejahatan mereka lebih parah dari pada kejahatan wanita-wanita tukang sihir dalam ayat 4 (satu ayat sebelumnya yang menandakan hal yang paling akhir disebut itu lebih parah dari hal yang disebut sebelumnya) dalam surat yang sama. Dan diyakini bahwa kedengkian yang tersimpan dalam hati memiliki daya rusak yang sangat pada kehidupan manusia, kerena merekalah para psikopat yang merupakan makhluk yang berjalan dengan sombong dan melakukan kerusakan diatas muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua bisa selamat dari kejahatan mereka, yang terpenting adalah sekarang bagaiman kita bisa menciptakan suatu bentuk lingkungan hidup yang mampu menciptakan para manusia yang berkualitas dimasa yang akan datang, bukannya ikut serta dalam memperkeruh keadaan yang kini terasa semakin keruh dari hari kehari. Intinya jangan pesimis dan berhentilah berputus asa, apapun yang kita lakukan selama itu baik dan benar serta tidak bertentangan dengan norma yang berlaku maka akan menyelamatkan diri kita sendiri. Teringat dari khotbah jum’at saat seorang khotib mengatakan bahwa yang akan menyelamatkan atau menyusahkan manusia adalah perilakunya terhadap sesama makhluk Tuhannya. Semoga kita semua selamat dari perilaku busuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-1734360996040425747?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/1734360996040425747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=1734360996040425747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/1734360996040425747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/1734360996040425747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2008/08/psikopat.html' title='Psikopat'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-3465730488490055706</id><published>2008-07-03T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T19:55:47.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik sosial'/><title type='text'>Selamat datang Pada Budaya Fitnah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tutur kata yang baik berasal dari orang yang baik, dan tutur kata yang buruk berasal dari orang yang tidak memiliki tata-krama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia, makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainnya. Hidup dalam kelompok ataupun hidup dalam kesendirian tetap saja membutuhkan keberadaan oragn lain. Salaing memberikan informasi dan juga kasih sayang, membangun sebuah kebudayaan dari hasil buah pikiran. Manusia makhluk yang selalu berubah, dari waktu-ke-waktu merubah bentuknya dalam kehidupan sosial, sehingga jaman selalu saja berubah, kekekalan energi menjadi yang merubah semua, ada aksi dan muncul reaksi, dan begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang masih membutuhkan banyak kritik dan masukan ini penulis ingin menyampaikan suatu bentuk budaya baru yang ada di dalam masyarakat, yaitu budaya fitnah. Fitnah dalam kamus besar bahasa indonesia adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Budaya untuk menjelekkan orang lain dengan tujuan menjatuhkan orang tersebut, sungguh hina sekali apa yang dilakukan oleh para pemfitnah dan sungguh nikmat sekali bagi orang yang difitnah, mengapa penulis katakan sangat hina apa yang dilakukan oleh seorang pem-fitnah adalah karena sungguh ketegaan dirinya menyebarkan suatu dusta yang dapat mencelakakan orang lain, ingat fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, bagaimana jika orang yang menjadi korbannya itu mendapat celaka dari apa yang sebenarnya suatu kebohongan, dan kecelakaannya sangat menyakitkan bagi si korban bahkan berujung pada kesengsaraan, bukan hanya untuk dirinya pribadi tapi juga berimbas kepada nama baik keluarga, anak-anaknya, sanak saudaranya, istrinya, orang tuanya kaum kerabatnya, hinggga semua orang yang dekat dengan dirinya. Memang sungguh dahsyat efek dari fitnah. Dan penulis mengatakan sungguh nikmat bagi mereka yang difitnah adalah karena berarti orang lain ada yang dengki terhadap dirinya, orang lain ada yang iri atas sesuatu yang ada dalam dirinya, orang lain melihat suatu berkah yang tidak dimiliki oleh orang lain itu, dengan kata lain ada kenikmatan, keberuntungan, kebaikan, kesejahteraan dan keberkahan di dalam dirinya dan hal itu sangat tidak disukai oleh si tukang fitnah atas dasar iri, dengki dan benci. Maklum banyak orang kini yang tidak senang atas kegembiraan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak senang atas kebahagiaan orang lain merupakan suatu bentuk persaingan yang tidak sehat, coba bayangkan jika kita tidak suka atas suatu kebaikan yang diperoleh oleh orang lain, apa yang mendasarinya, mungkin kita takut untuk kalah dan berada pada posisi yang lebih rendah dari orang lain, dengan begitu berarti kita adalah seoragn egois yang selalu meminta untuk dipuja dan di sanjung tanpa alasan yang jelas. Bisa jadi juga kita ini iri terhadap orang lain, kita ini berarti tidak mampu untuk melakukan lebih baik dari orang lain yang kita iri-kan itu, berarti kita kalah dan kita salah juga lebih lemah keadaannya. Atau dengki yang merupakan penyulut utama dari perbuatan fitnah itu, kedengkian adalah posisi marah ketika ber-iri hati, jujur kalau boleh jujur manusia memiliki perasan ini tanpa kecuali. Menurut penulis kedengkian pada awalnya juga merupakan suatu metode pertahanan diri, suatu “alarm pengingat” kalau posisi kita berada lebih lemah dari orang lain. Yang pada dasarnya manusia ingin berada selalu diatas tanpa pernah ada dibawah, keegoisan dasar yang membuat manusia selalu berkembang dari waktu-ke-waktu. Tapi dalam suatu kadar yang besar kedengkian dapat mengakibatkan petaka bagi orang lain ataupun untuk diri sendiri. Lebih baik untuk tidak mendengki dan terus saja berusaha jika menginginkan suatu posisi yang lebih baik. Persaingan yang sehat merupakan suatu cara yang dapat membawa pada kesejahteraan, tapi persaingan yang tidak sehat dapat membawa suatu perilaku yang sampai-sampai cenderung tidak manusiawi seperti mem-fitnah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak merasa gembira atas kegembiraan orang lain, sungguh aneh sekali orang yang merasa susah hati hanya karena melihat orang lain mendapat suatu kebaikan, tidak baik untuk membiarkan hati tenggelam dalam keadaan benci, hal itu sama saja melakukan mode penghancuran diri sendiri, selain dapat mencelakakan orang lain hal itu juga sangat berakibat buruk terhadap diri sendiri. Buanglah jauh-jauh kebencian dan iri hati serta dengki dalam diri kita, mulailah berusaha dengan keras untuk mendapat kebaikan, tidak usah merasa susah atas kebaikan yang didapat orang lain, kenapa kita tidak menerima kenyataan dan mendapat keringanan dalam hati atas perasaan yang menerima keadaan. Jadikan keberhasilan orang lain sebagai motivator kita dengan kata “dia bisa kenapa saya tidak” bukannya “dia bisa maka saya tidak suka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ketetapan dan juga janji alam di atas bumi ini, salah satu dari contoh janji itu adalah seseorang yang menanam singkong maka akan menuai pohon singkong, itulah janji alam ini, tidak mungkin seseorang yang menanam singkong kemudian tumbuh pohon jeruk atau pohon jengkol. Begitu juga dengan hati, siapa yang menanam kebencian didalam dirinya maka akan menuai kebencian, mungkin akan terbakar benci dan dibenci oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan bagi yang menanam kebaikan maka akan menuai kebaikan. Siapa yang bekerja keras mencari uang maka akan mendapat uang, siapa yang belajar untuk menjadi pintar maka akan menuai kepintaran. Itu adalah sebagian hukum alam. Kerja keras yang cerdas akan menghasilkan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ada dengki, iri dan benci dalam kehidupan bermasyarakat maka kita termasuk orang-orang yang mendukung adanya kebaikan bagi banyak orang. Buat apa juga memeliharanya dalam diri segala bentuk keburukan itu. Sebagai bagian dari kelompok masyarakat menebar fitnah bisa dimulai tanpa sadar, dan bisa juga menebar fitnah dengan sadar dan dengan tujuan yang jelas, sangat tidak baik untuk melakukannya, hanya dengan kesadaran diri kita bisa menahannya. Kesadaran diri yang menerima keadaan diri, jika kita kurang dari orang lain maka kita harus mengetahui dimana kekurangannya, mungkin kita kurang berusaha, mungkin kita kurang dalam kerja keras sedangkan orang yang kita iri-kan itu bekerja keras tanpa kita ketahui. Ingat iri adalah tanda ketidak mampuan, jika kita tidak mampu maka mengaku kalah sajalah, dan bila kita tidak menerima atas ketidak mampuan kita maka berusahalah lebih keras untuk menunjukan kebisaan kita, bukan dengan memfitnah mereka yang lebih dari kita dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memfitnah sudah terlihat tanda-tandanya untuk menjadi suatu budaya, maka hanya kita yang mampu menahannya, jangan sampai hal itu terjadi, dan jangan sampai hal itu menjadi sesuatu yang diwajarkan oleh masyarakat, tidak ada kebenaran sedikitpun dibalik sebuah fitnah dan juga tidak ada kebaikan dibaliknya. Menuduh seseorang atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya, menghancurkan orang lain dan juga orang yang ada di sekitarnya. Untuk mereka yang difitnah tidak perlu khawatir karena jika memang hal yang dituduhkan tidak benar adanya maka tidak perlulah takut, selalulah berani bertindak atas dasar kebenaran, junjunglah kebenaran dengan berani. Alam telah berjanji dan tidak pernah mengingkari. Dan orang yang paling kaya adalah orang yang paling bersyukur....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...Selamat jalan fitnah, kau tidak akan pernah menjadi budaya diantara kami, kami berdiri diatas kebenaran dan memberikan penilaian berdasarkan ketulusan, semoga engkau hanya menjadi suatu legenda yang penuh dengan pelajaran bagi orang yang menggunakan akal dan pikirannya, serta bagi mereka yang berperasaan jernih tanpa pernah menanam keburukan di dalamnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-3465730488490055706?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/3465730488490055706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=3465730488490055706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/3465730488490055706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/3465730488490055706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2008/07/selamat-datang-pada-budaya-fitnah.html' title='Selamat datang Pada Budaya Fitnah'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-2385138570213270420</id><published>2008-07-03T23:54:00.001-07:00</published><updated>2008-08-29T20:00:31.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik sosial'/><title type='text'>Bencana jeratan Narkoba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda seorang pengguna narkoba aktif, entah itu pengguna jenis ganja, putau, XTC, shabu-shabu, LSD, obat-obatan penenang dan lain-lain, jika Anda tidak dapat meninggalkan penggunaannya dalam kehidupan Anda, jika Anda sudah sangat ketergantungan dengan semua itu, JANGAN PANIK!!!!, ternyata solusi untuk keluar dari semua itu cukup mudah, hanya memebutuhkan tekad yang bulat dari dalam diri anda sendiri. Sadarkah Anda kalau ternyata diri Anda sudah sangat ketergantungan dengan narkoba-narkoba itu?, jangan pernah bunuh diri Anda dengan cara perlahan, mari sadar dan nikmati kehidupan dengan senikmat-nikmatnya, sudah banyak korban yang jatuh, sudah banyak yang mengalami gangguan fungsi tubuh karenanya, sudah banyak yang cacat seumur hidup karenanya, sudah banyak yang mengalami gangguan jiwa karenanya, sudah banyak yang mati konyol karenanya, sudah banyak keluarga yang ditinggalkan karenanya, sudah banyak orang yang bersedih karenanya, sudah banyak keburukan yang diakibatkan olehnya, penulis hanya berharap agar para pembaca tidak menjadi yang berikutnya dalam daftar panjang korban akibat pemakaian narkoba yang terkutuk itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud tulisan ini diperuntukkan kepada mereka yang masih terjebak di dalam lingkaran setan narkoba, walaupun kecenderungan para pemakai narkoba adalah orang yang buta huruf (manusia yang bisa membaca tulisan tetapi tidak memahami isi tulisan yang dibaca = buta huruf), sebagian besar dari mereka merupakan orang yang memiliki kemampuan rendah baik itu secara emosi maupun intelegensi apalagi spiritual. Karena penulis sadar akan hal itu tetapi jika mereka memiliki kemauan yang besar dalam mencari pencerahan atau suatu dukungan, pasti mereka menemukan jalan untuk kembali hidup secara normal, karena tidak pernah tertutup kesempatan bagi mereka yang mau berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dipertanyakan kepada Anda-Anda yang menggunakan Narkoba secara aktif dan telah ketergantungan adalah, apakah Anda menyayangi dan mencintai diri Anda sendiri?, Jika anda menjawab “YA”, maka ketahuilah kalau ini merupakan titik terang cahaya harapan untuk Anda dalam meraih apa yang mau Anda raih., dengan kata lain jika Anda pernah memiliki suatu cita-cita maka hal itu bisa diwujudkan . tapi jika anda menjawab “TIDAK” maka dengan penuh rasa penyesalan penulis mengatakan kalau Anda tidaklah lebih dari seonggok sampah yang terserak dijalanan, tak lebih dari kotoran yang mengotori dunia ini, tak bermaksud dan tidak bermakna, sayang sekali tidak ada harapan bagi Anda-Anda yang tidak menyayangi dan mencintai diri Anda sendiri kecuali sebuah keajaiban. Kita sebagai manusia haruslah menyayangi dan menghormati diri kita sendiri karena diluar sana tidak ada yang mengetahui bagian dalam diri kita kecuali diri kita sendiri, tidak ada yang mampu menyelamatkan diri kita kecuali diri kita sendiri, dan diri sendirilah yang mengetahui siapakah sebenarnya diri kita, kemana nantinya kita akan pergi dan kemana tujuan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang melawan eksistensi narkoba di dunia sudah berlangsung sangat lama, tetapi segala macam usaha itu tidak pernah menimbulkan hasil yang baik, buktinya adalah jumlah pemakai narkoba tidak pernah menurun, melainkan angkanya semakin naik, bahkan hari demi hari pertambahannya semakin cepat, sampai saat menulis tulisan ini ternyata keadaan diluar sudah seperti wabah penyakit yang berkembang bebas di dalam kehidupan bermasyarakat, menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, sangat ironis, tapi itulah kenyataan. Yang paling mengecewakan banyak orang adalah berita terakhir tentang adanya pihak aparat yang tertangkap basah menjadi pemakai dan pengedar narkoba, sebelum berita itu ada juga wakil rakyat yang menggunakan barang haram tersebut, dan sekali lagi itulah kenyataan, dan kita tidak bisa lari dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian narkoba-pun telah menjadi suatu bentuk gaya hidup bagi segelintir orang, bahkan yang paling menjijikkan memakai jenis narkoba tertentu menjadi suatu tanda status sosial bagi mereka, cenderung semakin mahal harga narkoba yang mereka konsumsi maka akan semakin tinggi status sosial mereka (semahal-mahalnya benda itu tetap saja hanya racun, yang lebih parah banyak yang mau membelinya, yah begitulah seseorang yang banyak memiliki harta tetapi miskin akan ilmu, perasaan dan hati). Sering juga dijumpai mereka merasa bangga mengatakan kalau mereka adalah pengguna tetap jenis narkoba tertentu, hal ini menunjukan kalau mereka adalah manusia yang miskin akan ilmu, jauh dari akal sehat dan telah terbutakan mata hatinya, yang mengakibatkan mereka merasa benar-se-benar-benarnya ketika melakukan suatu tindakan yang sebetulnya sesat-se-sesat-sesatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor penyebab segala kekacauan ini adalah adanya rasa putus asa yang teramat sangat di dalam diri pengguna, bagaimana tidak di jaman yang segalanya dengan cepat melaju, arus teknologi tanpa henti, globalisasi, inovasi-inovasi yang terus berkembang dan tak mungkin di bendung, kemajuan jaman, budaya luar yang datang dan tidak sempat disaring, datang dari segala arah dan menyerbu dengan cepat. Belum lagi dengan iklim ekonomi bangsa ini yang telah selama 10 tahun mengalami krisis, berkepanjangan dan semakin kusut, latar belakang pendidikan yang sangat rendah, tidak adanya jaminan untuk hari esok yang cerah, ketakuatan dalam menghadapi masa depan, lingkungan sosial yang semakin menurun kesadaran untuk empati-nya, pergaulan yang terlalu menekan dan tidak sehat, tidak didapatnya kasih sayang dari dalam keluarga, pendidikan agama yang tidak kuat dan tidak dipahami sehingga dekat dengan kesesatan dan jatuh dalam lumpur keburukan, semua itu adalah sedikit dari banyak faktor yang menyebabkan keputusasaan teramat-sangat bagi para manusia, sehingga yang terjadi adalah tersesatnya para manusia itu kedalam lembah hitam penggunaan narkoba. Telah terbukti bahwa para pecandu narkoba datang dari kaum muda karena mereka masih memilik prinsip hidup yang rapuh. Bagaimana tidak rapuh jika di dalam keluarga tidak diberikan bekal yang cukup!?, keluarga merupakan faktor utama dalam menentukan perkembangan seorang anak, jika seorang anak tumbuh tidak dengan bekal pegangan entah itu kasih sayang, perhatian, pendidikan agama dan ilmu pasti yang kurang maka mereka memiliki potensi yang tinggi untuk terjerumus kedalam jurang narkoba, hal ini karena mereka tumbuh tanpa prinsip yang jelas dan juga tanpa pandangan hidup yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ahli dalam negeri dan mancanegara mengatakan bahwa ada skenario imperialisme global yang dilakukan oleh bangsa-bangsa maju yang bertujuan untuk menghancurkan peradaban kaum muda, skenario ini ditujukan agar generasi penerus bangsa tidak dapat maju. Sugguh canggih misi mereka, mereka telah mantap memanfaatkan kenyataan bahwa nasib suatu bangsa berada pada generasi berikutnya yaitu para generasi muda yang dimasa akan datang menjadi penerus, tanpa mereka suatu bangsa akan mengalami suatu kehancuran total, “hancurkan pemudanya” berarti ”hancurkan masa depannya”. Mari kita lihat dengan peka, mari kita lihat sekeliling kita, lihat dan kini kita telah diserang secara dahsyat oleh skenario imperialisme global itu. Mereka telah merusak cara pandang kaum muda, mereka telah mengotori harga diri bangsa, mereka telah meracuni budaya kita, mereka telah merusak peta mental para pemuda, mereka sedang merusak peradaban kita, mereka menginginkan kehancuran bagi masa depan kita. Jadi bagaimana narkoba bisa habis jika eksistensinya adalah suatu kesengajaan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang sangat sadis. Yang tidak bukan pihak yang kejam itu adalah bangsa-bangsa maju dan organisasi-organisasi gelap yang memiliki dasar teori konspirasi. Tapi mereka tidak akan pernah berhasil melaksanakan tujuannya jika kita sebagai bangsa memiliki kekuatan dan keyakinan diri yang kuat, jangan termakan dengan tipu daya mereka, mulailah peka dengan lingkungan, jauhilah hal yang tidak bermanfaat dan hiduplah dengan kewaspadaan agar mendapat ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya secara akal sehat efek yang di dapat dari mengkonsumsi narkoba jenis apapun adalah keracunan, sensasi keracunan yang disugestikan menjadi kenikmatan, mematikan sel-sel dalam otak, matinya syaraf-syaraf di dalam tubuh yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Entahlah apa yang telah menyelubungi pemikiran para pecandu narkoba yang masih saja menggunakannya, padahal mereka seharusnya sudah mengetahui hal itu, tulisan-tulisan, pamflet-pamflet anti narkoba ada jutaan jumlahnya, penyuluhan-penyuluhan sudah dilakukan dari segala tingkat pendidikan, penggalakan anti narkoba pun terus saja dilakukan, lalu apa yang telah membutakan mata mereka sehingga masih saja melakukan pembunuhan secara perlahan terhadap diri sendiri, mungkin jawabannya adalah banyak faktor yang tadi sudah disebutkan sebelumnya, ditambah dengan faktor yang hanya bisa dijawab oleh diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda benar-benar ingin terbebas dari sana, maka lakukanlah, kebulatan tekad adalah penentu sembuh atau tidaknya Anda dari jeratan narkoba, sungguh hanya diri kita sendirilah yang bisa menjadi penyelamat hidup kita, jangan terlalu berharap dengan bantuan dari orang lain, jangan katakan perjuangan seorang diri itu berat, tubuh ini adalah dibawah kekuasaan kita maka hanya kita yang mampu mengen dalikannya, hanya kita yang memiliki hak atas tubuh ini, dan ingatlah kalau jiwa kita juga memiliki hak atas tubuh kita. Percuma saja jika Anda masuk kedalam panti rehabilitasi jika itu merupakan suatu paksaan, dan setelah keluar dari sana Anda kembali menjadi seorang pecandu berat, hanya diri kita yang mampu mengatasi apa yang terjadi terhadap diri kita, dan sekali lagi hanya diri kita yang mampu mengeluarkan diri dari jeratan kecanduan narkoba yang terkutuk. Semangatlah, bakarlah api semangat itu, ingatlah tentang cita-cita, ingatlah tentang orang yang kita cintai, berjuanglah, berjuanglah, percayalah nantinya kebahagiaan itupun hanya kita yang akan merasakan. Lakukanlah dengan caramu sendiri, karena peta menuju keselamatan pada dasarnya telah tertanam dalam diri kita sejak kita terlahir, maka temukanlah karena semua tentang hidup Anda ada di genggaman tangan Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-2385138570213270420?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/2385138570213270420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=2385138570213270420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/2385138570213270420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/2385138570213270420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2008/07/bencana-jeratan-narkoba.html' title='Bencana jeratan Narkoba'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7079848763154372832.post-6282602857498801591</id><published>2008-07-03T23:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T20:02:22.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik sosial'/><title type='text'>Zona Nyaman Yang Menjerumuskan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda merasa nyaman dengan kehidupan anda?, berhati-hatilah dalam keadaan itu bisa jadi menjadikan anda suatu individu yang tidak berkembang karena sudah merasa terlalu nyaman. Kata “jangan pernah cepat merasa puas” terkadang ada benarnya juga karena jika kita merasa terlalu cepat puas dengan keadaan kita, bisa jadi kita menjadi terhenti dalam perkembangan diri, padahal mungkin masih banyak yang bisa di eksplorasi dari kemampuan yang ada di dalam diri kita. Tak banyak orang yang mau mengeksplorasi bakat terpendam di dalam dirinya di akibatkan mereka telah di buai dalam keadaan nyaman yang membutakan. Victor Frankl dalam bukunya yang merjudul man searching of meaning secara gamblang menyatakan bahwa tujuan hidup manusia bukanlah hanya sekedar dalam mencari suatu kesejahteraan dan menghindari ketidak nyamanan tapi lebih kepada pencarian arti yang ada dalam kehidupannya. Pencarian arti dalam kehidupan, sangat religius dan sangat personal rasanya, yang jelas seseorang akan menjadi manusia sejati setelah ia mengalami yang namanya Maut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyamanan yang dimaksud oleh penulis dalam tulisan ini lebih diarahkan kepada para pemuda yang kini baru berubah kedalam masa dewasa, dimana seseorang dihadapi dengan pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial yang baru, seperti peran sebagai pencari nafkah, sebagai suami atau istri, dan juga mungkin orang tua. Seringkali didapati orang-orang yang sebenarnya telah mencapai usia masa dewasa awal merasakan bahwa masa-masa awal pada keadaan ini terasa sangat sulit bagi mereka sehingga mengakibatkan mereka memperpanjang masa ketergantungan mereka seperti mempertahankan status sebagai mahasiswa atau sebagai siswa. Mungkin juga sangat sulit bagi sebagian orang untuk melepas kenyamanan yang telah diberikan oleh orang tua mereka. Bukan hanya karena nyaman tapi juga karena lebih praktis dan lebih menyenangkan, perasaan tidak malu terus saja mengalir, bukan karena anak yang selalu meminta, tapi lebih kepada orang tua yang lebih sering memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku memanjakan anak pada dasarnya juga harus diperhatikan bagi para orang tua, dalam setiap kasus seorang anak yang tidak mampu untuk berdiri diatas kakinya sendiri sebagai pribadi yang matang pada usia yang seharusnya telah matang lebih diakibatkan oleh pola asuh oleh orang tua yang selalu saja memanjakan anaknya. Seharusnya ada pemikiran yang menyadarkan orang tua bahwa hal itu dapat mengakibatkan ke-tidak-mandiri-an anaknya sendiri. Perilaku memanjakan dapat cenderung membinasakan seorang anak dalam menghadapi kehidupan luar yang semakin detik semakin keras dan berat persaingannya. Sikap-sikap selalu memanjakan cenderung juga memperlemah semangat juang pada seorang anak, lemahnya daya juang dapat memunculkan model pribadi yang tak memiliki pengharapan terhadap masa depan, dengan kata lain dapat menimbulkan suatu peribadi yang lemah secara mental, lemah secara kemampuan dan lemah dalam pola pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang seleksi alam, dengan kata lain siapa yang memiliki kemampuan untuk bertahan maka akan mampu bertahan hidup dengan selamat. Dan keadaan yang ada di luaran sekarang ini menunjukan lemahnya kesadaran kebanyakan Pemuda yang secara usia telah memasuki masa dewasa awal. Mereka cenderung masih saja bergantung pada orang tua, belum memiliki keinginan untuk lepas dari rumah dan hidup mandiri dengan kemampuannya sendiri, walau masih ada sebagian yang lebih kecil yang telah memiliki keinginan untuk mandiri. Tantangan yang ada di dunia luar harus dengan cepat secara perlahan di pelajari oleh seseorang dari usia yang lebih dini sehingga dapat memiliki gambaran akan apa yang akan dihadapi, sehingga individu tersebut mampu menjadi lebih matang dan menyiapkan jalan untuk menghadapinya dengan lebih cermat. Kemandirian adalah jalan keluarnya, banyak cara untuk dapat mencapai keadaan tersebut, salah satunya adalah keinginan yang besar dari dalam diri, sadar akan masa depan yang masih menunggu dan masih banyak yang bisa mereka pelajari juga mereka eksplorasi bagi orang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan manusia yang tidak menginginkan rasa tertekan mengakibatkan adanya zona nyaman yang menyesatkan, keadaan nyaman yang menjerumuskan pada ke-tidak-kreativ-an dan juga ke-konvensional-an yang merupakan musuh besar bagi pembaruan. Merasa diri masih menjadi anak-anak yang perlu kasih sayang langsung dari orang tua dan juga dari orang-orang yang lebih dewasa dari mereka secara usia. Ke-tidak-mandiri-an yang terbentuk dari awal pertumbuhan, ke-tidak-mandiri-an yang menjadi bom waktu bagi generasi penerus, ke-tidak-mandiri-an yang akan menjadi suatu gejala sosial menuju kehancuran. Tidak ada yang menginginkan adanya suatu “kecelakaan” yang terjadi dimasa yang akan datang. Dunia berkembang dan ini terjadi tanpa henti, terlahir di dalam jaman yang memanjakan keinginan telah memperlemah budaya kerja keras yang seharusnya dimiliki oleh semua jenis masyarakat. Sesekali merasa tertekan dapat menumbuhkan semangat hidup seseorang, cara kerjanya adalah manusia memiliki sifat “equilibrium” yaitu sifat mencari keseimbangan jika ada sesuatu yang kurang, sebagai contoh kita akan makan pada saat kondisi lapar dan kita akan minum pada saat kondisi dehidrasi, membiasakan diri untuk merasa masih kurang dan berusaha untuk mendapatkan lebih dapat membawa kita pada perkembangan diri yang baik, walau setiap manusia sudah diwarisi dengan sifat keserakahan yang teramat sangat. Dalam kondisi dunia yang kini telah mengglobal sistem kapitalisasinya menumbuhkan suatu pandangan yang mengatakan bahwa “Greed is Good” , keserakahan itu baik, keserakahan itu dapat membawa kita pada pada tingkat kesejahteraan yang tinggi, namun keserakahan yang bagaimana yang baik itu? Banyak yang berpendapat bahwa keserakahan adalah suatu pemuasan nafsu tanpa ampun, tapi untuk saat ini bukan keserakahan yang seperti itu yang harus ditumbuhkan dalam diri kita, bukan suatu keinginan yang harus diwujudkan walau dengan menghalalkan segala cara. Tapi keserakahan yang terkontrol, terarah dan diberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa diri masih kurang dan selalu menginginkan lebih, perasaan tidak puas dengan keadaan diri dan berupaya untuk mendapatkan apa yang diinginkan, suatu dorongan dari dalam diri yang dapat mengarahkan seseorang menuju pribadi tangguh. Pribadi yang tidak cepat putus asa adalah pribadi yang mampu melihat jauh kedepan ketempat dimana dia akan berada di masa yang akan datang. Kesiapan dalam menghadapi masa depan, menyiapakan segalanya dari masa sedini mungkin, menyamakan dengan kenyataan yang ada di masa ini, memikirkan segala kemungkinan dari yang terburuk hingga yang terbaik dan kemauan untuk bekerja keras secara cerdas merupakan suatu modal untuk mendapatkan masa depan yang baik. Menghilangkan segala macam ketakutan dalam kehidupan, jangan menanam keraguan di dalam diri karena akan membuahkan kegagalan dan penyesalan, maka berjalanlah selalu dalam jalan mantap terarah yang dilandasi kesadaran akan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7079848763154372832-6282602857498801591?l=odllirama.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://odllirama.blogspot.com/feeds/6282602857498801591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7079848763154372832&amp;postID=6282602857498801591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/6282602857498801591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7079848763154372832/posts/default/6282602857498801591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://odllirama.blogspot.com/2008/07/zona-nyaman-yang-menjerumuskan.html' title='Zona Nyaman Yang Menjerumuskan'/><author><name>Amarilldo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17168813327285687932'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>